Rhany Chairunissa Rufinaldo
10 Oktober 2018•Update: 10 Oktober 2018
Ahmet Gurhan Kartal
LONDON
Menteri Keamanan Inggris Ben Wallace, memperingatkan pada Selasa "Teroris terus mencari cara untuk membunuh kami di jalanan dan pada akhirnya akan menggunakan senjata kimia dan biologis di tanah Inggris,"
"Negara kita harus menghadapi kemungkinan serangan seperti itu," kata Wallace.
Berbicara di sebuah konferensi keamanan nasional, Wallace mengatakan bahwa dia melihat alur di mana satu-satunya hal yang membatasi ambisi musuh kita adalah imajinasi mereka sendiri.
"Senjata kimia dan biologis bergerak semakin dekat," tambahnya.
Dia mengatakan "para teroris telah mengembangkan gudang senjata yang lebih baik dan kami harus siap terhadap apa saja yang mungkin terjadi di jalananan kami."
Menggarisbawahi bahwa tidak ada keraguan atas kenyataan ancaman, Wallace menekankan bahwa "masyarakat kita yang terbuka, liberal dan bebas adalah mangsa yang mudah bagi mereka yang tidak takut dan tidak peduli".
Tim ahli pekan lalu mengungkapkan berbagai langkah menghadapi kasus serangan kimia, biologis, radiologi atau nuklir (CBRN).
Mereka mengatakan bahwa mereka telah mengembangkan alat untuk mendeteksi kontaminasi terhadap korban melalui tes cepat, penggunaan drone untuk mengukur toksisitas di atmosfer dan instrumen komunikasi krisis untuk menghentikan berita palsu.
Menimpali Wallace dan berbicara pada acara yang sama, pejabat tinggi keamanan negara, Komisaris Polisi Kepolisian Metropolitan Neil Basu mengatakan "senjata semacam itu telah digunakan di medan perang dan apa yang digunakan di medan perang pada akhirnya akan disesuaikan untuk digunakan di tanah domestik."
Basu mengatakan "Wallace sama khawatirnya dengan saya, ini adalah jenis ancaman yang harus kami hadapi dengan sangat serius dan kami harus memastikan bahwa kami memiliki persiapan yang tepat untuk benar-benar melawan ancaman itu, jika ia muncul” .
Pada Juni, Menteri Dalam Negeri Inggris Sajid Javid mengungkapkan undang-undang strategi anti-terorisme baru.
Undang-undang ini, menurut Javid, akan memiliki enam poin kunci, yaitu: mencegah ancaman lebih awal; melanjutkan dukungan yang diperlukan untuk layanan pemolisian dan intelijen kontra-terorisme; bekerja lebih erat dengan mitra internasional; meningkatkan kerja sama dengan mitra utama dan pihak swasta; bekerja dengan perusahaan teknologi untuk mendapatkan materi teroris dari internet; dan berupaya lebih banyak untuk mencegah orang menjadi teroris atau mendukung terorisme.
- Tingkat ancaman teror
Ancaman teror di Inggris sudah sampai pada tingkat "parah", yang berarti bahwa serangan teror sangat mungkin terjadi.
Tahun lalu, 36 orang tewas dan puluhan lainnya terluka dalam serangan teror di London dan Manchester.
Pemerintah Inggris telah mengklaim bahwa dalam insiden yang paling diperdebatkan di Salisbury Maret lalu, dua agen intelijen militer Rusia yang diidentifikasi sebagai Ruslan Boshirov dan Alexander Petrov menggunakan racun agen saraf terlarang yang disebut novichok menargetkan mantan mata-mata Rusia Sergei Skripal dan putrinya Yulia.
Dalam insiden lain di Amesbury, yang menurut pihak berwenang Inggris melibatkan racun agen saraf yang sama, seorang wanita meninggal dan seorang pria menderita sakit parah.
Dawn Sturgess (44) jatuh sakit pada 30 Juni setelah menangani barang yang terkontaminasi dengan novichok dan dibawa ke rumah sakit, di mana dia kemudian meninggal, sementara pasangannya, Charlie Rowley (45) juga terkena agen saraf dan dibawa ke rumah sakit dalam kondisi kritis tetapi kemudian berhasil pulih.
Dalam kedua insiden tersebut, area publik yang besar diamankan dan aksesnya ditutup bagi publik dalam jangka waktu yang panjang untuk proses dekontaminasi.