Maria Elisa Hospita
10 Oktober 2018•Update: 11 Oktober 2018
Mustafa Melih Ahishali
ISTANBUL
Mohamed Reza Naqdi, seorang perwira senior Korps Pengawal Revolusi Iran (RGC), telah mendesak mantan presiden Mohamed Khatami untuk mengungkapkan agenda pertemuan pada 2009 dengan raja Arab Saudi saat itu, Abdullah bin Abdulaziz.
Naqdi juga mengklaim bahwa rekaman pertemuan Khatami dengan mendiang raja Saudi itu ada.
Pada Selasa, dia mengatakan kepada televisi pemerintah Iran bahwa Khatami - yang menjabat sebagai presiden pada 1997 - 2005 - tidak memegang jabatan resmi saat itu.
Menurut Naqdi, selama pertemuan itu - yang diduga dilaksanakan jelang Pemilihan Presiden Iran 2009 - Khatami telah berbagi program politik reformis dengan Raja Abdullah.
Klaim Naqdi muncul tak lama setelah putra ulama Ayatollah Hussein Ali Montazari dari kubu oposisi, Ahmad Montazeri, mengeluarkan pernyataan yang mendiskreditkan RGC.
Pekan lalu, Montazari mengatakan kepada Aparat TV di Iran bahwa para pejabat Saudi telah menemukan bahan-bahan peledak - kemungkinan milik RGC - di sebuah bus yang mengangkut peziarah Iran pada 1986.
Perdebatan baru-baru ini di parlemen Iran mengenai keanggotaan dalam satuan tugas aksi keuangan menyebabkan hubungan antara kubu reformis dan konservatif Iran memanas.
*Ali Murat Alhas turut melaporkan dari Ankara