28 Juli 2017•Update: 30 Juli 2017
Iqbal Musyaffa
JAKARTA
Menjelang usia ke 50, ASEAN dituntut lebih memberikan kontribusi nyata dan implementatif menghadapi berbagai isu-isu krusial. Salah satunya adalah isu terorisme yang akan dibahas dalam pertemuan forum regional ASEAN (ARF) pada 4-7 Agustus mendatang.
Sebelum pelaksanaan forum regional, ASEAN akan menggelar Committee of Permament Representatif pada tanggal 2 Agustus yang disusul dengan pertemuan pejabat tinggi ASEAN keesokan harinya.
Direktur Politik dan Keamanan ASEAN Kementerian Luar Negeri RI, Chandra Widya Yuda mengatakan agenda ASEAN yang disepakati pada pertemuan tersebut akan didorong untuk dibahas bersama mitra wicara ASEAN dalam ARF.
“ASEAN saat ini sudah memiliki ASEAN Convension of Counter Terrorism dan instrumen lainnya. Kerja sama secara rinci sudah dilakukan dan perlu peningkatan serta langkah konkret untuk menanggulangi terorisme di kawasan,” ujarnya.
ASEAN Comprehensive Plan of Action on Counter Terrorism mencakup pokok-pokok penting dalam upaya penanggulangan terorisme di kawasan. “Kita melihat beberapa item kerja sama butuh langkah konkret terkait sistem kemanan dan politik,” terang dia.
Pada usia setengah abad ini, ASEAN didorong untuk siap menghadapi tantangan global. “Kita harus bekerja dengan cepatnya perkembangan dan tantangan yang terjadi. Untuk itu, ASEAN perlu melakukan peninjauan terkait hal yang perlu diperbaiki guna merespon tantangan dengan cepat,” jelasnya.
Saat ini, sedang didorong pembentukan ASEAN Community Building untuk menghadapi berbagai permasalahan, terutama terorisme. “50 tahun ASEAN adalah waktu yang tepat untuk merefleksikan peran dan mendorong manfaat yang lebih luas bagi masyarakat ASEAN,” kata dia.
Pertemuan ARF akan diikuti 27 negara yang terdiri dari seluruh negara anggota ASEAN dan negara mitra wicara ASEAN seperti Amerika Serikat, Kanada, Tiongkok, India, Jepang, Korea Selatan, Rusia, Selandia Baru, Uni Eropa, Papua Nugini, Mongolia, Korea Utara, Pakistan, Timor Leste, Bangladesh, dan Sri Lanka.
Beberapa isu lain yang akan dibahas selain terorisme adalah permasalahan di semenanjung Korea, keamanan kawasan Asia Pasifik, pembahasan mengenai South China Sea Code of Conduct, serta berbagai isu regional dan internasional lainnya.