24 Juli 2017•Update: 24 Juli 2017
Kyaw Ye Lynn
YANGON, Myanmar
Pihak berwenang kesehatan Myanmar mengkonfirmasi bahwa 1 orang telah meninggal dunia karena terinfeksi virus H1N1, yang umumnya dikenal sebagai flu babi, dekat perbatasan barat lautnya dengan India.
Departemen Kesehatan dalam pernyataan menyebutkan bahwa bulan ini, 1 orang meninggal dunia dan 13 pasien dinyatakan positif terinfeksi virus, di negara bagian termiskin Chin dan kota bisnis Yangon.
Pernyataan tersebut dirilis setelah pertemuan darurat diadakan di ibukota nasional Nay Pyi Taw, Senin, menyusul berita palsu yang tersebar luas sejak Selasa malam, yang menyebutkan 16 orang meninggal dunia karena penyakit flu babi.
Pihak berwenang mengeluarkan peringatan kesehatan yang isinya menganjurkan warga yang sakit demam musiman untuk menjauh dari pertemuan publik, dan meminta rumah sakit setempat untuk segera mendiagnosa mereka.
Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), kasus flu babi pertama tercatat pada Desember 2009 dan telah mewabah luas. Saat itu, tidak ada korban jiwa di Myanmar, meskipun 66 pasien telah dinyatakan positif terjangkit.
Virus H1N1 berasal dari babi, tapi menular dari orang ke orang, melalui batuk, bersin, dan kontak langsung dengan penderita.