07 Agustus 2017•Update: 07 Agustus 2017
Iqbal Musyaffa
JAKARTA
Menteri Luar Negeri negara-negara ASEAN dan Rusia dalam pertemuan di Manila, Filipina mengeluarkan pernyataan dan sikap bersama untuk menangkal penyebaran terorisme internasional. ASEAN dan Rusia meminta PBB terus memainkan peran sentra mengkoordinasikan kerja sama multilateral melawan terorisme.
“Kami meminta upaya internasional yang lebih luas melawan terorisme berdasarkan Piagam PBB dan Resolusi Dewan Keamanan PBB yang relevan,” ujar pernyataan bersama tersebut, hari ini.
Kedua belah pihak juga menekankan, penggunaan kelompok teroris dan ekstremis untuk mencapai tujuan politik tidak dapat diizinkan. Salah satunya, Daesh, yang merupakan tantangan bagi peradaban dan kemanusiaan, terhadap perdamaian.
"Kami siap untuk mengkonsolidasikan usaha kami untuk mencegah, memerangi dan menekan ancaman umum ini,” ujar pernyataan tersebut lebih lanjut.
ASEAN dan Rusia juga berkomitmen melawan penyebaran kekerasan serta propaganda teroris, termasuk penggunaan internet dan media sosial untuk tujuan yang terkait dengan terorisme.
“Kami akan berkontribusi pada pengembangan dan implementasi strategi komprehensif untuk mencegah dan melawan penyebaran terorisme," tulis pernyataan tersebut.
Peningkatan kerja sama ASEAN dan Rusia juga dilakukan untuk mencegah perjalanan warga Rusia dan negara-negara anggota ASEAN ke zona konflik di Timur Tengah dengan tujuan untuk bergabung dengan kelompok-kelompok teroris.
“Kami percaya bahwa tindakan efektif untuk melawan terorisme internasional memerlukan pemblokiran pembiayaannya sesuai dengan Resolusi Dewan Keamanan PBB yang relevan dan Rekomendasi Tugas Pelaksana Keuangan/Financial Action Task Force (FATF).”
Kedua pihak juga siap untuk secara konsisten memperkuat kerjasama ASEAN-Rusia dalam melawan terorisme internasional. “Dalam hal ini kami sepenuhnya mendukung kursus pelatihan pengembangan kapasitas yang dilakukan oleh Rusia secara reguler untuk petugas penegak hukum Negara-negara Anggota ASEAN.”