20 Juli 2017•Update: 22 Juli 2017
Shenny Fierdha
JAKARTA
Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Kemenko Polhukam) akan mengadakan acara Sub Regional Cooperation Meeting on Fighting Terrorist Fighter and Cross Border Terrorism di Manado, 29 Juli mendatang.
Acara yang akan dilangsungkan di Hotel Four Points tersebut akan membahas isu seputar terorisme dan kelompok teroris ISIS atau Daesh di area subkawasan, termasuk krisis di Marawi, Filipina. Adapun negara-negara sahabat yang akan turut hadir ialah Brunei Darussalam, Filipina, Malaysia, Australia, dan Selandia Baru.
Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi, Menteri Polhukam Wiranto, Jaksa Agung Australia George Brandis, merupakan sebagian pejabat yang akan menghadiri acara tersebut.
“Ini tantangan baru untuk negara-negara di kawasan dan masing-masing punya counter terrorism [kontra terorirsme] sendiri dan kita akan melakukan koordinasi dengan negara-negara ini termasuk sharing informasi,” kata Direktur Asia Tenggara Kementerian Luar Negeri Denny Abdi dalam press briefing di Kantor Kementerian Luar Negeri pada Kamis (20/7) di Jakarta.
“Kita punya pusat pelatihan di Semarang dan sudah diketahui dunia internasional. Kita punya keinginan sama untuk menjaga keamanan dan stabilitas kawasan,” tegasnya.
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri, Arrmanatha Nasir, mengatakan, acara pekan depan itu diharapkan dapat menghasilkan pernyataan bersama dari negara-negara yang hadir.
“Forum ini baik untuk membahas berbagai isu terkait financing dan counter terrorism strategy serta mencegah tersebarnya kelompok teroris,” kata Arrmanatha.
Ia melanjutkan bahwa acara ini dilatarbelakangi oleh International Meeting on Counter-Terrorism (IMCT) dan Counter-Terrorism Financing Summit (CTF Summit) yang diadakan di Bali Agustus lalu.
Menlu Selandia Baru, Gerry Brownlee, yang ikut hadir minggu depan juga akan menemui Menlu Retno di sela-sela acara guna membahas kerjasama ekonomi yang mencakup bidang energi geothermal dan perluasan akses pasar produk pertanian.