Sahin Demir
10 Juni 2026•Update: 10 Juni 2026
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmaeil Baghaei pada Rabu (10/6) menuduh Amerika Serikat merusak upaya diplomatik melalui pelanggaran berulang terhadap gencatan senjata, penyampaian pesan yang saling bertentangan, serta perubahan tuntutan yang terus-menerus.
"Proses diplomatik tidak berlangsung dalam ruang hampa," kata Baghaei kepada para wartawan.
Menurut dia, setiap negosiasi atau proses diplomatik memerlukan kondisi yang mendukung agar dapat berjalan dan menghasilkan kemajuan.
"Untuk memajukan negosiasi atau proses diplomatik apa pun, diperlukan tingkat minimum kondisi yang kondusif agar diplomasi dapat bergerak maju," ujarnya.
Baghaei mengatakan Amerika Serikat telah merusak jalur diplomatik melalui apa yang disebutnya sebagai pesan yang kontradiktif, perubahan posisi dan tuntutan yang berulang, serta pelanggaran gencatan senjata yang terus terjadi.
"Sayangnya, Amerika Serikat, melalui pesan-pesan yang saling bertentangan, perubahan berulang dalam posisi dan tuntutannya, dan yang paling buruk, pelanggaran gencatan senjata yang terus berulang, telah merugikan proses diplomatik," katanya.
Ia juga menuduh Israel melemahkan upaya diplomasi melalui pelanggaran gencatan senjata yang berulang di Lebanon.
"Setiap proses diplomatik akan dirusak oleh penggunaan kekuatan dan tindakan yang melanggar hukum," tambah Baghaei.
Juru bicara tersebut mengatakan Teheran akan meninjau kondisi yang berkaitan dengan kemungkinan perundingan selanjutnya berdasarkan perkembangan yang terjadi semalam.
Namun, ia tidak memberikan rincian lebih lanjut mengenai langkah yang akan diambil Iran.