Presiden Iran: Kami Berada dalam Perang Komprehensif dengan AS, Israel, dan Eropa
Presiden Iran menuding Amerika Serikat, Israel, dan sejumlah negara Eropa berupaya melemahkan bahkan meruntuhkan Iran melalui berbagai cara
ISTANBUL
Presiden Iran Masoud Pezeshkian menyatakan negaranya saat ini berada dalam kondisi “perang komprehensif” dengan Amerika Serikat, Israel, dan negara-negara Eropa, seraya memperingatkan bahwa situasi tersebut lebih berbahaya dibandingkan perang Iran-Irak pada 1980–1988.
Dalam wawancara yang dipublikasikan di situs resmi Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei pada Sabtu (28/12), Pezeshkian mengatakan tekanan yang dihadapi Iran kini bersifat menyeluruh dan multidimensi.
“Kami berada dalam kondisi perang komprehensif dengan Amerika Serikat, Israel, dan Eropa. Perang ini lebih berbahaya, lebih kompleks, dan lebih sulit dibandingkan perang dengan Irak,” ujar Pezeshkian.
Ia menuding Amerika Serikat, Israel, dan sejumlah negara Eropa berupaya melemahkan bahkan meruntuhkan Iran melalui berbagai cara. Menurutnya, situasi saat ini berbeda dengan konflik militer konvensional di masa lalu.
“Dalam perang dengan Irak, situasinya jelas. Mereka menembakkan rudal dan kami tahu ke mana harus menyerang. Namun hari ini, mereka mengepung kami dari segala arah, menekan kami, menghambat perdagangan, dan meningkatkan tekanan serta ekspektasi publik di dalam negeri di berbagai bidang,” katanya.
Pernyataan tersebut disampaikan di tengah ketegangan yang meningkat di kawasan. Pada Juni lalu, Iran dan Israel terlibat konflik bersenjata selama 12 hari. Dalam periode itu, militer Amerika Serikat dilaporkan menyerang tiga fasilitas nuklir utama Iran — Fordo, Natanz, dan Isfahan — menggunakan bom penghancur bunker.
Serangan AS terjadi lebih dari sepekan setelah Israel melancarkan serangan mendadak ke wilayah Iran yang menewaskan sejumlah komandan militer senior dan ilmuwan nuklir, serta menargetkan beberapa fasilitas nuklir.
Website Anadolu Agency Memuat Ringkasan Berita-Berita yang Ditawarkan kepada Pelanggan melalui Sistem Penyiaran Berita AA (HAS). Mohon hubungi kami untuk memilih berlangganan.
