Türkİye, Dunia

Menlu Fidan: Turkiye konsisten menentang intervensi militer terhadap Iran

Turkiye menegaskan penolakannya terhadap setiap bentuk intervensi militer asing ke Iran dan mendorong penyelesaian melalui jalur diplomasi

Sümeyye Dilara Dinçer, Sercan İrkin, Muhammad Abdullah Azzam  | 30.01.2026 - Update : 06.02.2026
Menlu Fidan: Turkiye konsisten menentang intervensi militer terhadap Iran

ANKARA

Menteri Luar Negeri Turkiye Hakan Fidan menegaskan penolakan Turkiye terhadap segala bentuk intervensi militer terhadap Iran dan menilai jalur diplomasi sebagai satu-satunya cara yang realistis untuk meredakan ketegangan kawasan.

Pernyataan itu disampaikan Fidan dalam konferensi pers bersama Menteri Luar Negeri Iran Abbas Erakçi usai pertemuan keduanya di Istanbul. Fidan mengatakan, penolakan terhadap opsi militer telah disampaikan Turkiye secara konsisten kepada seluruh mitra internasional.

“Terutama Presiden kami, dan juga kami semua, setiap kesempatan selalu menyampaikan kepada para pihak bahwa kami menentang intervensi militer terhadap Iran,” kata Fidan.

Fidan menyebut stabilitas dan keamanan kawasan sebagai prioritas utama kebijakan luar negeri Turkiye. Ia menegaskan, masalah kawasan seharusnya diselesaikan melalui kepemilikan dan solusi regional tanpa campur tangan eksternal.

Menurut Fidan, Turkiye memandang ketenangan dan kesejahteraan Iran sebagai faktor penting bagi stabilitas kawasan. Ia juga menyampaikan belasungkawa atas korban jiwa dalam aksi protes di Iran dan berharap situasi di negara tersebut dapat diselesaikan secara damai oleh rakyat Iran sendiri tanpa intervensi asing.

Di sisi lain, Fidan memperingatkan bahwa kelompok teroris PKK berupaya memanfaatkan perkembangan terakhir di kawasan. Ia menilai hal tersebut tidak hanya menjadi ancaman bagi Turkiye, tetapi juga bagi Iran, sehingga diperlukan kerja sama bersama dalam memerangi terorisme.

Terkait isu nuklir, Fidan menekankan pentingnya dimulainya kembali perundingan nuklir antara Iran dan Amerika Serikat secara konstruktif. Menurutnya, proses tersebut berpotensi menurunkan ketegangan kawasan, membuka jalan pencabutan sanksi, serta memungkinkan integrasi Iran ke dalam sistem ekonomi internasional.

Ia juga menegaskan bahwa Turkiye menolak penggunaan opsi militer dalam menyelesaikan persoalan Iran. “Kami menentang penggunaan opsi militer. Kami tidak melihatnya sebagai solusi yang efektif. Diplomasi dan perundingan adalah jalan yang harus ditempuh,” ujarnya.

Fidan mengingatkan pengalaman konflik di Suriah, Irak, Afghanistan, dan Gaza sebagai pelajaran bahwa pembukaan konflik baru hanya akan menambah penderitaan kawasan.

Dalam pertemuan tersebut, Fidan juga menyampaikan keprihatinan Turkiye atas upaya Israel yang dinilai berusaha mendorong Amerika Serikat melakukan serangan militer terhadap Iran. Ia berharap Washington bertindak dengan penuh pertimbangan dan meminta Israel menghentikan kebijakan yang dinilai mengganggu stabilitas kawasan.

Selain isu Iran, kedua menteri juga membahas perkembangan di Gaza. Fidan menyatakan Turkiye akan terus berperan aktif dalam mendukung gencatan senjata dan upaya perdamaian di Gaza, serta menegaskan bahwa Gaza harus dikelola oleh rakyat Palestina dan dibangun kembali sesuai kebutuhan warga setempat.

Sementara itu, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Erakçi menyampaikan apresiasi kepada Turkiye atas dukungan dan sikap solidaritasnya. Ia menilai hubungan Iran dan Turkiye tetap terjaga secara bersahabat dan strategis.

Erakçi menyatakan Iran tetap terbuka terhadap perundingan dengan Amerika Serikat, namun menilai Washington belum menunjukkan itikad baik. Ia menegaskan bahwa perundingan hanya dapat dilakukan berdasarkan prinsip saling menghormati, tanpa ancaman, dan terbatas pada isu nuklir.

Ia juga memperingatkan bahwa Iran siap memberikan respons tegas terhadap setiap serangan militer dan menegaskan bahwa kemampuan pertahanan negaranya tidak akan menjadi bagian dari agenda perundingan apa pun.

Website Anadolu Agency Memuat Ringkasan Berita-Berita yang Ditawarkan kepada Pelanggan melalui Sistem Penyiaran Berita AA (HAS). Mohon hubungi kami untuk memilih berlangganan.
Topik terkait
Bu haberi paylaşın