Serife Cetin
18 Februari 2026•Update: 23 Februari 2026
BRUSSELS
NATO menyebut Turkiye sebagai sekutu yang teguh dan kontributor penting bagi keamanan bersama, seiring peringatan 74 tahun keanggotaan negara itu dalam aliansi pertahanan tersebut.
Juru bicara NATO Allison Hart dalam pernyataan tertulis kepada Anadolu, Selasa (18/2), menyoroti kontribusi Ankara terhadap aliansi sejak resmi bergabung pada 18 Februari 1952.
“Menjelang KTT NATO berikutnya di Ankara pada Juli, hari ini kita diingatkan kembali akan berbagai kontribusi Turkiye terhadap aliansi, sebagaimana telah dilakukannya selama 74 tahun sejak bergabung dengan NATO,” ujar Hart.
Ia mencatat bahwa Turkiye memiliki angkatan bersenjata terbesar kedua di NATO. Hart juga menekankan investasi pertahanan yang konsisten, industri pertahanan yang kuat, serta kontribusi berkelanjutan Turkiye dalam misi, kegiatan, dan latihan NATO.
NATO didirikan pada 1949, dan Turkiye menjadi anggota tiga tahun kemudian. Selama lebih dari tujuh dekade, Turkiye memanfaatkan posisi strategisnya untuk memberikan kontribusi penting bagi aliansi, termasuk sebagai sekutu pertama di kawasan yang secara langsung menghadapi berbagai ancaman dan risiko, terutama dalam upaya memerangi terorisme.