Hasan Esen
24 November 2017•Update: 24 November 2017
Hasan Esen
BRUSSEL
Sekretaris Jenderal Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) Jens Stoltenberg dengan tegas mengatakan bahwa insiden pejabat sipil yang mendeskripsikan pimpinan Turki sebagai "kolaborator musuh" dalam latihan perang di Norwegia tidak akan terjadi lagi.
Dalam sebuah konferensi pers di Brussel yang digelar Kamis, Stoltenberg mengatakan bahwa ia telah meminta maaf kepada Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan.
"Saat ini saya sedang mengupayakan sejumlah prosedur agar kejadian ini tak terulang kembali," tegas dia.
Pekan lalu, menyusul insiden tersebut, Turki telah menarik 40 tentaranya dari latihan Trident Javelin NATO di Norwegia.
Selain Erdogan, potret pendiri Turki modern Mustafa Kemal Ataturk juga ditampilkan dalam "daftar pemimpin musuh" selama latihan virtual dengan komputer.
"Saya juga telah menemui Menteri Turki untuk urusan Uni Eropa Omer Celik dan kepala staf militer Hulusi Akar di Halifax, pekan ini. Saya telah menyampaikan permohonan saya secara langsung kepada mereka. Saya juga meyakinkan mereka bahwa otoritas militer kami tengah mengupayakan sejumlah prosedur agar kejadian ini tak terulang kembali," jelas Stoltenberg.
Ia juga mengatakan bahwa Turki merupakan sekutu penting bagi NATO.
"Turki berkontribusi dalam banyak sektor, termasuk dalam perang melawan terorisme di perbatasan Irak dan Suriah. Karena itu, kami sangat menghargai kontribusi Turki untuk sekutu dan kami akan memastikan insiden ini tidak akan terjadi lagi," tambah Stoltenberg.