Rıskı Ramadhan
23 November 2017•Update: 23 November 2017
Şerife Çetin
BRUSSEL
Wakil Ketua German Marshall Fund, Ian Lesser, menilai insiden penempatan foto dan nama pemimpin Turki sebagai kesalahan yang mengerikan.
Pemimpin salah satu lembaga peneliti terkemuka di Eropa itu bahkan menyebut skandal yang membawa nama Mustafa Kemal Ataturk dan Presiden Recep Tayyip Erdogan sebagai 'pihak musuh' dalam latihan Trident Javelin NATO di Norwegia itu sebagai penghinaan terhadap warga Turki.
Lesser menyebut, setelah kejadian itu harus ada rentetan permintaan maaf yang luar biasa.
“Kejadian ini sangat serius dan sudah diatasi dengan serius,” kata dia
Menurut Lesser, tidak ada pihak di dalam NATO yang membela kejadian ini.
Dia juga mengatakan, Turki sedang berjuang melawan isu keamanan yang bersumber dari wilayahnya dan NATO juga membutuhkan Turki untuk menghadapi ancaman baik dari Rusia maupun dari selatan.
“Turki butuh NATO, NATO juga butuh Turki. Ini bukan hanya sebuah ikatan simbolis,” ujar Lesser.
Menurut dia, saat ini penting bagi pemberi keputusan dan pemimpin politik dari kedua pihak untuk fokus terhadap kepentingan bersama.
Ditanya mengenai pengaruh insiden itu terhadap perbaikan hubungan kedua pihak, jika Sekjen NATO Stoltenberg melakukan kunjungan ke Turki, Lesser menilai hubungan secara personal akan selalu memberikan hasil yang positif.
Dia berpendapat hubungan antara Turki dan dunia Barat tidak hanya sebatas kepentingan strategis, “Turki dan Barat punya kebiasaan kerjasama yang sudah terjalin lama,” kata dia.
Lesser mengatakan menghilangkan “pendekatan skeptis” antara kedua pihak dan mengadopsi sikap yang bijaksana akan mempermudah jalan untuk memperbaiki hubungan Turki-NATO.