15 Juli 2017•Update: 15 Juli 2017
Iqbal Musyaffa
JAKARTA
Indonesia dan Turki memiliki hubungan yang sangat dekat dalam berbagai aspek dan dalam kerja sama organisasi internasional seperti PBB, G20, serta OKI. Oleh karena itu, kedua negara memiliki semangat yang sama untuk mendorong penyelesaian konflik yang terjadi di beberapa negara secara damai, termasuk untuk konflik Qatar.
Keinginan dan dorongan agar permasalahan yang terjadi di Qatar dengan melibatkan beberapa negara teluk seperti Bahrain, Kuwait, UEA, Arab Saudi, dan Mesir bisa diselesaikan melalui jalur diplomasi dan secara damai diungkapkan ketika Presiden Jokowi melakukan kunjungan balasan ke Turki untuk bertemu Presiden Erdogan.
Konflik antara Saudi dan Qatar menjadi salah satu topik internasional yang dibahas dalam pertemuan tersebut. Dan kedua negara menghendaki penyelesaian konflik secara damai.
“Pemerintah Indonesia dan Turki berusaha dengan keras untuk memediasi konflik tersebut. Khususnya bagi Turki yang memiliki hubungan yang sangat baik dengan Qatar dan Saudi dan bisa melakukan pembicaraan dengan kedua belah pihak secara baik,” ujar Duta Besar Turki untuk Indonesia, Dr. Sander Gurbuz.
Turki berusaha menjadi penengah permasalahan tersebut dan terus mendorong agar konflik bisa diselesaikan secara damai. Turki sendiri sudah memposisikan diri untuk membantu Qatar dari blokade Saudi dengan mengirimkan bantuan makanan sebanyak 5000 ton menggunakan 71 pesawat pada pertengahan Juni lalu.
Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Bahrain dan Mesir memutuskan hubungan diplomatik dengan Doha dan menghentikan semua komunikasi dengan Qatar pada 5 Juni yang lalu. Qatar dituduh memberikan dukungan terhadap organisasi teroris dan juga turut mencampuri urusan dalam negeri negara-negara tetangganya.
Beberapa negara seperti Libya, Yaman, Maladewa, Mauritius, dan Mauritania juga mengumumkan pemutusan hubungan diplomatik. Yordania dan Djibouti mengurangi jumlah misi diplomatik mereka di Qatar. Senegal, Niger dan Chad memilih memanggil pulang duta besar mereka.
Sementara itu, sudah berulang kali para pemimpin Turki seperti Presiden Recep Tayyip Erdogan dan Menteri Luar Negeri Mevlut Cavusoglu meminta Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz al-Saud untuk melakukan upaya menyelesaikan krisis Qatar dengan damai.
Turki juga telah berusaha untuk menengahi krisis tersebut dengan cara diplomatik. Menurut Presiden Erdogan, sanksi yang diberlakukan negara-negara teluk terhadap Qatar tidak mencerminkan nilai-nilai Islam.