Selen Temizer, Sena Guler
23 November 2017•Update: 24 November 2017
Selen Temizer dan Sena Guler
ANKARA
Presiden Turki, Rusia, dan Iran menyatakan kembali dukungan mereka untuk integritas teritorial Suriah dalam pertemuan trilateral di Sochi, Rusia, Rabu.
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan, Presiden Rusia Vladimir Putin, dan Presiden Iran Hassan Rouhani juga menegaskan komitmen mereka dalam mendukung kebebasan, kesatuan, dan integritas teritorial Suriah.
Dalam pernyataan bersama, ketiga negara penjamin menyatakan bahwa mereka akan terus bekerja sama untuk mengurangi konflik di Suriah.
Ketiganya juga menunjukkan perlunya langkah-langkah untuk membangun kepercayaan demi mempercepat penemuan solusi politik di Suriah.
Langkah-langkah tersebut di antaranya, bantuan kemanusiaan yang cepat, aman dan berkesinambungan, pelepasan tahanan, dan identifikasi orang hilang.
Upaya memerangi PKK/PYD
Dalam pernyataan bersama, ketiga pimpinan negara juga menyatakan sepakat untuk menggelar Kongres Dialog Nasional Suriah, yang akan dihadiri oleh Rezim Assad dan pihak oposisi.
Kelompok oposisi yang hadir di kongres adalah "mereka yang menghormati kedaulatan, kemerdekaan, kesatuan, dan integritas teritorial Suriah".
Dalam hal ini, sikap Turki terhadap organisasi teroris PKK/PYD sudah tercermin jelas.
Kelompok oposisi yang diundang ke kongres akan diputuskan pula oleh tiga negara penjamin.
Pernyataan Erdogan
Presiden Erdogan berkata: "Mengeliminasi unsur-unsur teroris - yang merongrong kesatuan politik dan integritas teritorial Suriah dan Turki akan menjadi prioritas Turki."
Ankara menegaskan bahwa tidak ada perbedaan antara organisasi teroris PKK, YPG dan PYD.
Ia juga memperingatkan bahwa Turki tidak ingin berbagi platform dengan organisasi teroris yang mengancam keamanan nasionalnya.
Pernyataan Erdogan tersebut merujuk pada perundingan Jenewa yang berada di bawah naungan PBB, dan Kongres Dialog Nasional akan memberikan kontribusi besar untuk proses Jenewa.
Menurutnya, tiga negara penjamin akan berperan penting dalam menjaga "rasa hormat dan toleransi".
Pernyataan Putin
Presiden Rusia menekankan bahwa pertemuan Sochi menjadi sebuah sarana untuk memperkuat integritas teritorial Suriah.
Vladimir Putin mengatakan, proses Astana mencegah terpecah-belahnya Suriah, dan mendorong Suriah menuju fase baru solusi politik.
Ia juga menyampaikan rasa terima kasihnya untuk pimpinan Turki dan Iran yang menyambut baik ide untuk menggelar Kongres Dialog Nasional Suriah untuk menemukan solusi krisis Suriah.
Putin menambahkan, bahwa ketiga negara telah memberikan instruksi mengenai waktu pelaksanaan dan struktur kongres.
Pernyataan Rouhani
"Kami senang bahwa ketiga negara telah sepakat mendukung integritas teritorial, kebebasan, dan kesatuan Suriah, dan kami terus bekerja sama untuk memastikan perdamaian dan stabilitas di Suriah," tegas Presiden Iran Hassan Rouhani.
Mengingat bahwa pertemuan Sochi merupakan langkah penting untuk mengakhiri krisis Suriah, Rouhani menekankan bahwa solusi dapat dicapai melalui kerja sama politik, yang mengacu pada proses Astana yang diluncurkan pada Januari.
"Pasukan asing tidak punya alasan untuk berada di Suriah tanpa persetujuan dari pemerintah Suriah yang sah," tambah dia.