Mohammad Sio
12 Juni 2026•Update: 12 Juni 2026
Peluang tercapainya kesepakatan antara Iran dan Amerika Serikat disebut semakin besar setelah Washington dikabarkan menerima draf perjanjian yang diajukan Teheran, menurut laporan Kantor Berita Fars pada Kamis.
Mengutip sumber yang tidak disebutkan namanya, Fars menyatakan kemungkinan kesepakatan tersebut mendapat persetujuan dari otoritas pengambil keputusan tertinggi Iran tergolong tinggi setelah Amerika Serikat menerima teks usulan Iran.
“Mengingat Amerika Serikat telah menerima teks yang diusulkan Iran, kemungkinan kesepakatan tersebut disetujui oleh otoritas pengambil keputusan tertinggi di Teheran relatif tinggi,” demikian laporan Fars.
Laporan itu muncul beberapa jam setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan pembatalan rencana serangan terhadap Iran yang sebelumnya dijadwalkan berlangsung pada Kamis malam.
Dalam unggahan di platform Truth Social, Trump mengatakan pembahasan dan poin-poin akhir kesepakatan telah disetujui secara prinsip maupun rinci oleh seluruh pihak yang terlibat, termasuk Amerika Serikat, Israel, Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Qatar, Turkiye, Pakistan, Bahrain, Kuwait, Yordania, Mesir, dan sejumlah pihak lainnya.
Trump juga menyatakan blokade angkatan laut Amerika Serikat di Selat Hormuz akan tetap diberlakukan hingga kesepakatan tersebut benar-benar dirampungkan. Menurut dia, waktu dan lokasi penandatanganan perjanjian akan diumumkan dalam waktu dekat.
Di tengah upaya diplomatik tersebut, ketegangan militer antara kedua negara masih berlangsung. Pasukan Amerika Serikat pada Kamis melancarkan hari kedua serangan terhadap sejumlah target di Iran setelah sebuah helikopter Apache ditembak jatuh di Selat Hormuz.
Sementara itu, Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengklaim telah menyerang 18 target militer utama Amerika Serikat, termasuk Pangkalan Udara Ali Al Salem dan Ahmad Al Jaber di Kuwait, Pangkalan Udara Sheikh Isa di Bahrain, serta pangkalan yang menampung jet tempur Amerika Serikat di Yordania.
Eskalasi terbaru tersebut semakin meningkatkan ketegangan di kawasan setelah serangan Amerika Serikat terhadap Iran dan pengumuman Teheran mengenai penutupan Selat Hormuz bagi lalu lintas maritim.