Michael Hernandez
12 Juni 2026•Update: 12 Juni 2026
Presiden Amerika Serikat Donald Trump membatalkan rencana serangan militer terhadap Iran setelah mengklaim pembicaraan dengan kepemimpinan tertinggi Teheran telah mencapai tahap akhir dan kesepakatan damai hampir difinalisasi.
Trump dalam unggahannya di platform Truth Social pada Kamis mengatakan keputusan itu diambil setelah pembahasan dengan Republik Islam Iran dibawa ke tingkat tertinggi kepemimpinan negara tersebut dan mendapat persetujuan.
“Sebagai Presiden Amerika Serikat, saya telah membatalkan serangan dan pemboman yang dijadwalkan terhadap Iran malam ini,” kata Trump.
Menurut Trump, pembahasan dan poin-poin akhir kesepakatan telah disetujui secara prinsip maupun rinci oleh seluruh pihak yang terlibat, termasuk Amerika Serikat, Israel, Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Qatar, Turkiye, Pakistan, Bahrain, Kuwait, Yordania, Mesir, dan sejumlah pihak lainnya.
Trump menambahkan blokade angkatan laut Amerika Serikat di Selat Hormuz akan tetap diberlakukan hingga kesepakatan tersebut selesai. Ia mengatakan waktu dan lokasi penandatanganan perjanjian akan diumumkan dalam waktu dekat.
Dalam wawancara melalui telepon dengan harian New York Post, Trump menyebut kesepakatan untuk memulai pembicaraan terkait program nuklir Iran “hampir sepenuhnya selesai”.
Pernyataan itu disampaikan di tengah berlanjutnya saling serang antara Amerika Serikat dan Iran yang memasuki hari kedua. Sebelumnya pada Kamis pagi, Trump memperingatkan bahwa Washington akan melancarkan serangan tambahan jika Teheran tidak segera menerima kesepakatan damai.
Dalam unggahan sebelumnya di Truth Social, Trump mengatakan Amerika Serikat akan menghantam Iran dengan keras pada malam hari dan mengklaim sebagian besar kemampuan pertahanan maupun ofensif negara tersebut telah lumpuh.
Trump juga menyatakan Amerika Serikat pada akhirnya akan mengambil alih Pulau Kharg serta sejumlah infrastruktur minyak Iran lainnya dan mengendalikan pasar minyak dan gas negara tersebut, seraya membandingkannya dengan kebijakan Washington terhadap Venezuela.
Meski demikian, sejumlah laporan menyebut Iran belum mengonfirmasi klaim Trump mengenai tercapainya kesepakatan dan masih diperlukan persetujuan akhir dari kepemimpinan tertinggi negara tersebut.