Rhany Chairunissa Rufinaldo
04 Juli 2019•Update: 04 Juli 2019
Servet Gunerigok
WASHINGTON
Amerika Serikat pada Rabu mengutuk keras serangan terhadap fasilitas penahanan migran di pinggiran ibu kota Libya.
Dalam sebuah pernyataan, Departemen Luar Negeri menyampaikan belasungkawa kepada keluarga para korban dan menyerukan agar pihak yang bertikai kembali ke proses politik.
Pemerintah Kesepakatan Nasional (GNA) Libya yang diakui PBB menyalahkan pasukan pimpinan Komandan Khalifa Haftar atas serangan udara di Tripoli, yang terjadi Selasa malam dan menyebabkan 44 orang tewas dan lebih dari 100 lainnya cedera.
"Kehilangan nyawa yang tragis dan tidak perlu ini, yang berdampak pada salah satu populasi yang paling rentan, menandakan kebutuhan mendesak bagi semua partai Libya untuk mengurangi pertempuran di Tripoli dan kembali ke proses politik, yang merupakan satu-satunya jalan menuju perdamaian abadi dan stabilitas di Libya," kata pernyataan itu.
Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres menyerukan penyelidikan internasional terhadap serangan itu.
Libya dilanda krisis kekerasan sejak 2011, ketika pemberontakan yang didukung NATO menyebabkan penggulingan dan terbunuhnya Presiden Muammar Khaddafi setelah empat dekade berkuasa.
Sejak itu, perpecahan politik Libya menghasilkan dua kursi kekuasaan yang saling bersaing - satu di Al-Bayda dan satu lagi di Tripoli - bersama dengan sejumlah kelompok milisi bersenjata berat.