Rabia İclal Turan
01 September 2023•Update: 05 September 2023
WASHINGTON
Amerika Serikat (AS) pada Kamis menyambut baik upaya Turkiye dan negara lainnya dalam meyakinkan Rusia agar kembali ke kesepakatan gandum di Laut Hitam.
“Kami menyambut baik upaya Türkiye dan negara-negara lain untuk meyakinkan Rusia agar kembali ke perjanjian tersebut,” kata juru bicara Departemen Luar Negeri AS ketika menjawab pertanyaan Anadolu mengenai upaya Ankara untuk menghidupkan kembali perjanjian penting tersebut.
“Kita berkomunikasi dengan PBB dan Turkiye, keduanya telah bekerja sangat keras untuk mewujudkan BSGI (Inisiatif Biji-bijian via Laut Hitam) menjadi mungkin dan berfungsi,” kata juru bicara deplu AS.
Ketika ditanya Anadolu tentang kunjungan Menteri Luar Negeri Turkiye Hakan Fidan ke Moskow, di mana dia menyoroti pentingnya menghidupkan kembali kesepakatan gandum, jubir AS menolak berkomentar mengenai “kemungkinan kunjungan atau pengambilan keputusan internal Turkiye.”
“Keputusan Rusia untuk menghentikan partisipasinya dalam Inisiatif Gandum Laut Hitam merugikan komunitas yang rentan terhadap ketahanan pangan di seluruh dunia,” kata juru bicara tersebut.
“Kami berterima kasih kepada Sekutu NATO kami, Turkiye, atas upaya diplomatik dan operasional yang penting dalam Inisiatif Biji-bijian Laut Hitam dan kami menyambut baik upaya mereka untuk terus memainkan peran konstruktif,” ujar dia.
Sebelumnya pada Kamis, Menteri Luar Negeri Turkiye Hakan Fidan melakukan pertemuan dengan sejawatnya dari Rusia Sergey Lavrov di Moskow.
Setelah pertemuan tersebut, Fidan mengatakan paket proposal baru yang disiapkan oleh PBB dengan kontribusi Turkiye dapat menghidupkan kembali kesepakatan tersebut.
Turkiye melanjutkan upayanya untuk menghidupkan kembali perjanjian tersebut dan berpendapat bahwa tidak ada alternatif lain.
Pada 17 Juli, Rusia menangguhkan partisipasinya dalam kesepakatan yang ditengahi oleh Turkiye dan PBB, untuk melanjutkan ekspor biji-bijian dari tiga pelabuhan Ukraina di Laut Hitam yang dihentikan setelah perang Ukraina pada Februari 2022.
Moskow telah berulang kali menekankan bahwa Barat belum memenuhi kewajibannya terkait ekspor gandum Rusia.