Ali Murat Alhas
04 Januari 2020•Update: 06 Januari 2020
Ali Semerci dan Hamdi Yıldız
TRIPOLI
Pemerintah Kesepakatan Nasional (GNA) Libya yang diakui PBB mengatakan pada Sabtu bahwa mereka tidak lagi percaya pada Misi Dukungan PBB di Libya.
GNA mengatakan misi itu tidak bereaksi terhadap serangan sipil oleh pasukan yang berafiliasi dengan Jenderal Khalifa Haftar, yang pada April 2018 melancarkan kampanye militer untuk menangkap Tripoli dari pemerintah yang diakui secara internasional.
Wakil Menteri Transportasi Hisham Abu Abushkiwat mengatakan kepada saluran televisi swasta Libya, Ahrar, GNA sepenuhnya memberi penjelasan kepada PBB tentang serangan pasukan Haftar di Bandara Mitiga tetapi organisasi itu tidak bertindak.
Dia mengatakan GNA tidak lagi bergantung pada misi PBB yang dipimpin oleh utusan khusus untuk Libya Gassan Selame.
Mustafa Mecii, juru bicara Operasi Burkan Al-Ghadab (Volcano of Rage) mengatakan kepada Anadolu Agency sebuah drone yang dimiliki oleh Uni Emirat Arab (UEA) menyerang posisi militer di wilayah Sevvani di Tripoli selatan. Dia mengatakan tidak ada yang terbunuh dalam serangan yang menyebabkan kerusakan properti.
Lalu lintas udara di Bandara Mitiga dihentikan setelah serangan yang dilakukan melalui 20 rudal Grad.
Sejak penggulingan pemimpin lama Muammar Khaddafi pada 2011, dua kursi kekuasaan telah muncul di Libya: satu di Libya timur didukung terutama oleh Mesir dan Uni Emirat Arab dan satu lagi di Tripoli, yang menikmati pengakuan PBB dan internasional.
Pada 27 November, GNA di Ankara dan Libya menandatangani dua pakta terpisah: satu tentang kerja sama militer dan lainnya tentang batas-batas negara maritim di Mediterania Timur.
Parlemen Turki menyetujui Kamis mengirim pasukan ke Libya.
* Ditulis oleh Ali Murat Alhas