Lina Altawell
17 Juli 2026•Update: 17 Juli 2026
Delapan orang dilaporkan tewas dan 20 lainnya terluka akibat serangan Amerika Serikat yang menyasar infrastruktur di sejumlah provinsi Iran pada Kamis malam hingga Jumat pagi.
Otoritas kesehatan Iran menyebut jumlah korban akibat gelombang terbaru serangan Amerika Serikat bulan ini terus bertambah.
Kantor berita pemerintah Iran, IRNA, pada Jumat melaporkan serangan tersebut menargetkan berbagai fasilitas infrastruktur di sejumlah wilayah Iran.
Kepala Pusat Hubungan Masyarakat dan Informasi Kementerian Kesehatan Iran Hossein Kermanpour mengatakan melalui platform X bahwa jumlah korban tewas akibat gelombang baru serangan Amerika Serikat bulan ini telah meningkat menjadi 38 orang, sementara lebih dari 400 lainnya mengalami luka-luka.
Ia mengatakan korban tewas mencakup tiga perempuan dan satu anak berusia di bawah 18 tahun. Sementara itu, korban luka terdiri atas 22 perempuan dan sembilan anak di bawah umur.
Menurut Kermanpour, hingga kini masih ada 47 korban yang menjalani perawatan di rumah sakit.
CENTCOM lanjutkan operasi militer
Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) pada Kamis menyatakan telah menyelesaikan gelombang baru serangan ofensif terhadap Iran, yang menandai malam keenam berturut-turut operasi militer Amerika Serikat yang menyasar aset-aset militer Iran.
Ketegangan di Selat Hormuz meningkat
Ketegangan di kawasan meningkat sejak Februari, ketika Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan gabungan terhadap Iran, yang kemudian dibalas Teheran dengan serangan rudal dan pesawat nirawak ke sejumlah negara Teluk yang menjadi lokasi penempatan aset militer Amerika Serikat.
Iran dan Amerika Serikat sebelumnya menandatangani nota kesepahaman yang dimediasi Pakistan pada bulan lalu sebagai upaya mengakhiri konflik dan mencapai kesepakatan damai yang bersifat permanen.
Namun, dalam beberapa hari terakhir ketegangan kembali meningkat di kawasan Selat Hormuz, dengan kedua pihak terus saling melancarkan serangan.