17 Juli 2026•Update: 17 Juli 2026
Amerika Serikat memperluas sasaran serangannya ke Iran dengan menargetkan berbagai fasilitas infrastruktur setelah sebelumnya lebih banyak menghantam aset militer.
Dalam serangan terbaru yang berlangsung semalam, sedikitnya delapan orang dilaporkan tewas dan 20 lainnya terluka di Provinsi Hormozgan.
Amerika Serikat memulai gelombang serangan udara ke wilayah pesisir selatan Iran pada 8 Juli dengan alasan membalas serangan Iran terhadap sebuah kapal yang menurut Washington melintas tanpa izin di Selat Hormuz pada 7 Juli.
Serangan awal menyasar Kota Bandar Abbas dan Sirik di Provinsi Hormozgan, sebelum kemudian meluas ke sejumlah wilayah lain, termasuk Provinsi Khuzestan, Kerman, Sistan-Baluchestan, Bushehr, Semnan, dan Golestan.
Sasaran bergeser ke infrastruktur
Pada hari-hari pertama, serangan Amerika Serikat terutama menyasar fasilitas milik Angkatan Bersenjata Iran. Namun, sasaran kemudian bergeser ke infrastruktur sipil.
Pada 9 Juli, sebuah jembatan rel kereta api di Provinsi Golestan menjadi fasilitas infrastruktur pertama yang diserang.
Amerika Serikat selanjutnya meningkatkan intensitas serangan dengan menghantam Bandara Iranshahr di Provinsi Sistan-Baluchestan serta menara pengawas maritim di Kota Chabahar. Menara tersebut dilaporkan dihantam dua kali hingga runtuh sepenuhnya.
Di Provinsi Hormozgan, serangan juga menyasar enam jembatan di Distrik Hamir serta stasiun penghubung jalur kereta api di Kota Bandar Abbas.
Korban terus bertambah
Juru Bicara Kementerian Kesehatan Iran Hossein Kermanpour melalui akun X menyampaikan bahwa serangan Amerika Serikat sepanjang Juli telah menewaskan 38 orang dan melukai lebih dari 400 lainnya, termasuk perempuan dan anak-anak.
Sementara itu, kantor berita pemerintah Iran IRNA melaporkan delapan orang tewas dan 20 lainnya terluka dalam serangan semalam yang menyasar fasilitas infrastruktur di Provinsi Hormozgan.
Di sisi lain, kantor berita semi-resmi Tasnim melaporkan satu orang tewas dalam serangan terhadap kawasan pelabuhan di Kota Chabahar.