Dunia

Biden umumkan rencana penanganan Covid-19 di AS

Biden mengeluarkan serentetan perintah eksekutif yang menetapkan berbagai langkah untuk mencegah penyebaran virus

Rhany Chairunissa Rufinaldo   | 22.01.2021
Biden umumkan rencana penanganan Covid-19 di AS Presiden Amerika Serikat Joe Biden. (EPA/Doug Mills/POOL - Anadolu Ajansı )

Washington DC

Michael Hernandez

WASHINGTON

Presiden Amerika Serikat Joe Biden pada Kamis mengumumkan strategi nasionalnya untuk membawa Amerika keluar dari titik nadir pandemi Covid-19 yang suram, sekaligus memperingatkan bahwa dengan usahanya, masa-masa terburuk belum datang.

Biden mewarisi pandemi yang terus meningkat di luar kendali ketika dia mulai menjabat pada Rabu, dengan dari 140.000 kasus harian sejak Desember.

Sementara itu, kematian harian mencapai titik tertinggi hampir sepanjang masa pada hari Biden diambil sumpahnya, dengan 4.377 orang meninggal dunia karena Covid-19 dalam sehari.

"Biar saya perjelas, segala sesuatunya akan terus menjadi lebih buruk sebelum menjadi lebih baik," kata Biden di Gedung Putih.

Dia memperingatkan jumlah korban tewas kemungkinan akan melebihi 500.000 pada Februari.

"Kita tidak terlibat dalam kekacauan ini dalam semalam, dan akan memakan waktu berbulan-bulan bagi kami untuk membalikkan keadaan. Tapi biarkan saya menjelaskan dengan sama jelasnya, kita akan melewati ini. Kita akan mengalahkan pandemi ini," ujar presiden.

Untuk mempercepat pemulihan, Biden mengeluarkan serentetan perintah eksekutif yang menetapkan berbagai langkah untuk mencegah penyebaran, termasuk meminta pemakaian masker dalam semua perjalanan antarnegara bagian, termasuk di bus, kereta api dan pesawat.

Dia juga mengamanatkan agar semua pengunjung mendapatkan hasil tes negatif sebelum berangkat dan harus dikarantina pada saat kedatangan.

Selain itu, presiden berusaha untuk meningkatkan pengujian dan vaksinasi Covid-19, mengarahkan FEMA untuk mendirikan 100 pusat vaksinasi pada akhir Februari.

Otoritas juga akan membentuk gugus tugas keadilan kesehatan yang akan ditugaskan untuk meningkatkan kepercayaan publik pada vaksin Covid-19 dan memerangi kampanye disinformasi yang sedang berlangsung, sementara pemerintah berusaha untuk memvaksinasi 100 juta orang dalam 100 hari pertama pemerintahan Biden.

"Saya tahu langkah-langkah yang berani dan praktis ini tidak akan datang dengan murah, tetapi gagal melakukannya akan membuatnya jauh lebih mahal. Kita berada dalam keadaan darurat nasional dan inilah saatnya kita memperlakukannya sebagai satu kesatuan," tegas dia.

Biden sebelumnya memerintahkan agar masker dikenakan di semua properti federal dan membangun kembali kantor pandemi global di Dewan Keamanan Nasional yang dibubarkan mantan Presiden Donald Trump sebelum pandemi dimulai.


Website Anadolu Agency Memuat Ringkasan Berita-Berita yang Ditawarkan kepada Pelanggan melalui Sistem Penyiaran Berita AA (HAS). Mohon hubungi kami untuk memilih berlangganan.