Dunia

Washington terkejut serangan Israel pada puluhan fasilitas bahan bakar Iran

Amerika Serikat dilaporkan terkejut dengan skala serangan Israel terhadap sekitar 30 depot bahan bakar di Iran

Seyit Kurt  | 09.03.2026 - Update : 12.03.2026
Washington terkejut serangan Israel pada puluhan fasilitas bahan bakar Iran

ISTANBUL

Amerika Serikat khawatir atas skala serangan udara Israel yang menargetkan puluhan depot bahan bakar di Iran pada akhir pekan, yang disebut menjadi perbedaan sikap pertama antara kedua sekutu sejak pecahnya perang.

Media Amerika Serikat Axios melaporkan, dengan mengutip sejumlah sumber yang mengetahui masalah tersebut, bahwa serangan Israel pada Sabtu (8/3) menargetkan sekitar 30 depot bahan bakar di berbagai wilayah Iran.

Skala serangan itu disebut melampaui ekspektasi pejabat Washington, meskipun Israel sebelumnya telah memberi pemberitahuan kepada Amerika Serikat mengenai operasi tersebut.

Kebakaran besar dilaporkan terjadi di ibu kota Iran, Teheran, setelah serangan tersebut, dengan asap tebal terlihat membubung dari tangki penyimpanan bahan bakar dan kawasan industri.

Militer Israel dalam pernyataannya menyebut depot bahan bakar yang diserang digunakan oleh pemerintah Iran untuk memasok bahan bakar kepada berbagai pihak, termasuk unit-unit militernya.

Pejabat AS mengatakan Israel telah memberi tahu militer Amerika sebelumnya mengenai operasi itu, namun Washington tetap terkejut dengan luasnya serangan yang dilakukan.

“Presiden tidak menyukai serangan terhadap fasilitas minyak. Ia ingin menyelamatkan minyak, bukan membakarnya. Dan itu mengingatkan orang pada kenaikan harga bahan bakar,” kata seorang penasihat Presiden AS Donald Trump.

Pejabat di Washington juga khawatir serangan terhadap infrastruktur yang melayani masyarakat sipil Iran dapat berdampak strategis negatif, termasuk memperkuat dukungan publik terhadap kepemimpinan Iran serta mendorong kenaikan harga minyak global.

“Kami tidak berpikir itu ide yang baik,” kata seorang pejabat senior AS.

Meski fasilitas yang diserang bukan merupakan lokasi produksi minyak, para pejabat AS menilai gambar depot bahan bakar yang terbakar berpotensi mengguncang pasar energi global.

Pejabat Iran memperingatkan bahwa serangan terhadap infrastruktur energi dapat memicu pembalasan.

Juru bicara markas militer Khatam al-Anbiya mengatakan Iran dapat melancarkan serangan serupa terhadap target di kawasan jika serangan tersebut terus berlanjut.

Ia menambahkan Iran sejauh ini menghindari menargetkan infrastruktur energi di kawasan, namun memperingatkan bahwa jika langkah itu diambil, harga minyak dunia dapat melonjak hingga 200 dolar AS per barel.

Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf juga memperingatkan bahwa Teheran akan membalas “tanpa penundaan” apabila serangan terhadap infrastruktur terus berlanjut.

Ketegangan kawasan meningkat sejak Israel dan Amerika Serikat melancarkan serangan bersama terhadap Iran pada 28 Februari. Menurut otoritas Iran, serangan tersebut menewaskan lebih dari 1.200 orang, termasuk Pemimpin Tertinggi Iran Ayatullah Ali Khamenei, serta melukai lebih dari 10.000 lainnya.

Iran kemudian membalas dengan serangan rudal dan drone yang menargetkan Israel, Irak, Yordania, serta sejumlah negara Teluk yang menjadi lokasi aset militer Amerika Serikat.

Website Anadolu Agency Memuat Ringkasan Berita-Berita yang Ditawarkan kepada Pelanggan melalui Sistem Penyiaran Berita AA (HAS). Mohon hubungi kami untuk memilih berlangganan.
Topik terkait
Bu haberi paylaşın