Lina Altawell
03 April 2026•Update: 03 April 2026
ISTANBUL
Militer Iran memperingatkan AS dan Israel untuk tidak menyerang infrastruktur Iran, dan mengancam akan membalas setiap serangan dengan menghantam aset-aset AS dan Israel di kawasan.
Markas Besar Pusat Khatam al-Anbiya pada Jumat (3/4) menyatakan bahwa angkatan bersenjata Iran akan merespons secara tegas setiap tindakan yang dianggap bermusuhan, demikian dilaporkan kantor berita Fars.
Dalam pernyataan yang dikeluarkan sebagai respons atas ancaman Presiden AS Donald Trump, juru bicara markas tersebut menegaskan bahwa Iran tidak akan menunjukkan kelonggaran dalam menghadapi agresi apa pun, dan memperingatkan dengan keras bahwa setiap tindakan semacam itu akan dibalas dengan penargetan penuh terhadap aset-aset AS dan Israel di kawasan.
Kawasan ini telah berada dalam siaga tinggi sejak AS dan Israel melancarkan serangan udara pada 28 Februari, yang hingga kini telah menewaskan lebih dari 1.340 orang, termasuk Pemimpin Tertinggi Iran saat itu Ali Khamenei.
Iran telah membalas dengan serangan drone dan rudal yang menargetkan Israel, serta Yordania, Irak, dan negara-negara Teluk yang menjadi tempat pangkalan militer AS, menyebabkan korban jiwa dan kerusakan infrastruktur sekaligus mengguncang pasar energi global.