Maria Elisa Hospita
23 November 2017•Update: 23 November 2017
Diyar Guldogan
SOCHI, Rusia
Ankara, Moskow dan Teheran sepakat akan menggelar Kongres Dialog Nasional Suriah, kata Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan, Rabu.
"Kami berharap kerja sama ketiga negara ini akan berbuah positif, sehingga mengurangi ketegangan dan risiko disintegrasi sektarian di seluruh wilayah Suriah," ujar Erdogan dalam konferensi pers gabungan dengan Presiden Rusia dan Iran.
Erdogan, Vladimir Putin, dan Hassan Rouhani bertemu di Sochi, Rusia, untuk membahas perkembangan perundingan damai Astana dan zona de-eskalasi di Suriah.
Zona de-eskalasi ditetapkan untuk mendukung gencatan senjata yang diperkenalkan oleh tiga negara penjamin Desember tahun lalu.
Erdogan mengatakan bahwa ketiga negara tersebut mendukung integritas teritorial dan kedaulatan Suriah.
Ia menambahkan, Turki, Rusia dan Iran telah mencapai konsensus bersama atas proses transisi politik "inklusif dan adil" di Suriah. Meskipun demikian, Erdogan memperingatkan bahwa Turki tidak ingin berbagi wilayah dengan organisasi teroris yang mengancam keamanan nasionalnya.
Ankara kembali menegaskan bahwa tidak ada perbedaan antara organisasi teroris PKK, YPG dan PYD. PYD dan sayap militer YPG adalah cabang PKK di Suriah, yang telah berperang melawan Turki selama lebih dari 30 tahun.
Sejak PKK melancarkan kampanye teror di Turki pada 1984, puluhan ribu jiwa telah terbunuh.
"Jika kita berkomitmen terhadap integritas teritorial dan kesatuan politik Suriah, kita tidak akan lagi melihat pertumpahan darah yang memecah-belah negara ini," tandas Erdogan.
Putin pun mengkonfirmasi bahwa ketiga pemimpin negara telah sepakat menggelar kongres di Sochi.
"Saya ingin menyampaikan rasa terima kasih saya kepada pemimpin Turki dan Iran yang menyambut baik ide Kongres Dialog Nasional Suriah untuk menemukan solusi krisis Suriah," ujar Putin.
Ia mengatakan bahwa para menteri luar negeri dan pertahanan dari tiga negara telah diberi instruksi mengenai pelaksanaan kongres.
Putin juga menambahkan, ketiga presiden telah membahas reformasi sosial dan ekonomi untuk Suriah.
Dalam konferensi pers tersebut, Rouhani kembali menyatakan tekadnya untuk menggelar kongres.
Menurut pemimpin Iran, pertemuan Sochi adalah pertemuan penting bagi terciptanya kedamaian dan stabilitas di Suriah.
"Tujuannya adalah semua pihak, baik yang menentang Suriah mau pun mereka yang mendukung rezim tersebut, akan menghadiri Kongres Dialog Nasional untuk mendiskusikan masa depan Suriah," jelas Rouhani.
Setelah pertemuan, Putin menggelar jamuan makan malam untuk Erdogan dan Rouhani.
Suriah telah dilanda perang sipil sejak 2011, ketika rezim Bashar al-Assad menyerang kelompok pro-demokrasi dengan brutal. Menurut PBB, sejak saat itu, ratusan ribu jiwa tewas dalam konflik tersebut.