Dunia, Ekonomi

Pasar global menanti data ketenagakerjaan AS di tengah ketegangan konflik Iran

Harga minyak mentah WTI melonjak lebih dari 10 persen ke level 103,8 dolar AS per barel, sementara Brent menembus 106,5 dolar AS per barel pada perdagangan kemarin

Burhan Sansarlıoğlu  | 03.04.2026 - Update : 03.04.2026
Pasar global menanti data ketenagakerjaan AS di tengah ketegangan konflik Iran

ISTANBUL

Pasar global pada Jumat (3/4) bergerak tanpa arah yang jelas di tengah pernyataan-pernyataan yang saling bertentangan dari berbagai pihak terkait konflik Amerika Serikat (AS)/Israel-Iran, sementara para pelaku pasar memusatkan perhatian pada data ketenagakerjaan nonpertanian AS yang akan dirilis hari ini.

Ketegangan sempat mereda setelah beredar kabar bahwa Iran tengah menyusun protokol bersama Oman untuk memantau lalu lintas kapal di Selat Hormuz. Namun, pernyataan terbaru Presiden AS Donald Trump yang kembali mengeskalasi situasi membuat pasar kembali kehilangan arah.

Para analis menegaskan bahwa dalam kondisi saat ini, di mana situasi berubah dari jam ke jam, bahkan aliran berita positif pun tidak mampu tercermin secara penuh dalam harga-harga di pasar.

Di sisi kebijakan moneter, Presiden Federal Reserve (Fed) New York John Williams menyatakan bahwa dampak kenaikan harga energi terhadap perekonomian membutuhkan waktu untuk terasa, seraya menegaskan bahwa kebijakan moneter saat ini sudah berada pada posisi yang tepat.

Dari sisi data makroekonomi, jumlah warga AS yang pertama kali mengajukan klaim tunjangan pengangguran turun ke level 202 ribu pada pekan yang berakhir 28 Maret, berada di bawah ekspektasi pasar. Sementara itu, data dari perusahaan konsultan Challenger, Gray and Christmas menunjukkan bahwa pemutusan hubungan kerja (PHK) di AS pada Maret meningkat 25 persen dibanding Februari.

Trump juga menandatangani kebijakan baru yang menetapkan tarif impor sebesar 100 persen untuk obat-obatan bermerek yang tidak diproduksi di AS dan berasal dari perusahaan yang tidak memiliki investasi produksi di negeri itu. Selain itu, Trump menandatangani perintah perubahan metode penghitungan tarif bagi impor baja, aluminium, dan tembaga berdasarkan Pasal 232, di mana tarif kini akan dihitung berdasarkan nilai penuh barang impor, bukan berdasarkan harga asing yang dinilai sengaja ditekan.

Hari ini, data ketenagakerjaan nonpertanian AS untuk Maret menjadi fokus utama pasar. Setelah mencatat penurunan 92 ribu pada Februari, sektor nonpertanian diperkirakan akan menambah 95 ribu lapangan kerja baru pada Maret. Kekhawatiran atas hilangnya lapangan kerja akibat kecerdasan buatan (AI) juga masih membayangi.

Imbal hasil obligasi AS tenor 10 tahun bergerak stagnan di level 4,31 persen, sementara indeks dolar naik tipis 0,1 persen ke level 100.

Pada penutupan perdagangan kemarin, harga minyak mentah Brent melonjak 7,8 persen ke 106,5 dolar AS per barel, minyak WTI melejit 10,1 persen ke 103,8 dolar AS per barel, sedangkan harga emas turun 1,8 persen ke 4.674 dolar AS per troy ounce. Pergerakan harga minyak diperkirakan masih akan menjadi penentu arah pasar pada pekan depan.

Bursa New York Tutup Bervariasi

Bursa New York pada perdagangan kemarin ditutup bervariasi. Saham Tesla anjlok 5,4 persen setelah produsen kendaraan listrik asal AS itu melaporkan pengiriman sebanyak 358.023 unit pada kuartal pertama tahun ini, di bawah ekspektasi pasar. Saham Blue Owl Capital, perusahaan kredit swasta AS, turun 1,6 persen setelah perusahaan mengumumkan bahwa permintaan pencairan dana dari investor pada kuartal pertama mencapai 21,9 persen dari portofolionya dan hanya dapat dipenuhi sebesar 5 persen sesuai kuota likuiditas yang berlaku.

Indeks Dow Jones terkoreksi 0,13 persen, sementara indeks S&P 500 menguat 0,11 persen dan Nasdaq naik 0,18 persen. Adapun kontrak berjangka indeks AS dibuka melemah pada awal perdagangan hari ini. Pasar AS akan tutup hari ini dalam rangka libur Jumat Agung.

Bursa Eropa Melemah, Kecuali Inggris

Bursa-bursa Eropa ditutup melemah pada perdagangan kemarin, kecuali Inggris, di tengah kekhawatiran akan eskalasi konflik AS/Israel-Iran. Tekanan inflasi akibat risiko geopolitik memunculkan spekulasi bahwa Bank Sentral Eropa (ECB) dan Bank of England (BoE) akan menaikkan suku bunga tahun ini.

Saham maskapai Lufthansa asal Jerman turun 3,4 persen setelah bank investasi Morgan Stanley memangkas peringkat investasi dan menurunkan target harga saham dari 9,40 euro menjadi 7,50 euro. Saham Air France-KLM juga melemah hampir 4 persen. Di sisi lain, saham Stellantis tampil positif didorong data penjualan yang kuat dari pasar Italia dan AS, dengan kenaikan lebih dari 4 persen di bursa Milan. Saham ASML, produsen peralatan chip asal Belanda, turun 2,2 persen akibat tekanan biaya energi dan gangguan pasokan bahan baku.

Indeks FTSE MIB Italia turun 0,20 persen, CAC 40 Prancis melemah 0,24 persen, dan DAX 40 Jerman terkoreksi 0,56 persen. Sebaliknya, FTSE 100 Inggris menguat 0,69 persen ditopang kenaikan saham-saham sektor energi. Bursa-bursa Eropa juga akan tutup hari ini dalam rangka libur Jumat Agung.

Bursa Asia Menguat, Kecuali China

Bursa-bursa Asia bergerak positif pada perdagangan Jumat, kecuali China, seiring meredanya kekhawatiran geopolitik setelah munculnya kabar soal protokol Iran-Oman di Selat Hormuz.

Pasangan mata uang dolar/yen bergerak mendekati level kritis 160, mendorong Menteri Keuangan Jepang Satsuki Katayama menyatakan kesiapan pemerintah menghadapi pergerakan spekulatif di pasar valas.

Dari data ekonomi, indeks PMI sektor jasa China versi RatingDog untuk Maret tercatat di level 52,1, di bawah ekspektasi. Sementara PMI sektor jasa Jepang naik dari 52,8 menjadi 53,4 pada Maret.

Menjelang penutupan, indeks Nikkei 225 Jepang menguat 1 persen dan indeks Kospi Korea Selatan naik 3 persen, sedangkan indeks komposit Shanghai China melemah 0,9 persen. Bursa Hong Kong tidak beroperasi hari ini karena libur.

Bursa Istanbul Ditutup Menguat

Bursa Efek Istanbul (BIST) pada perdagangan kemarin ditutup menguat, dengan indeks BIST 100 naik 0,88 persen ke level 13.051,69 poin. Di pasar derivatif, kontrak berjangka indeks BIST 30 untuk April diperdagangkan di 15.160,00 poin, naik 0,1 persen dari penutupan sesi reguler.

Nilai tukar dolar/lira Turkiye ditutup stagnan di level 44,4587 kemarin, namun pada pembukaan pasar antarbank hari ini menguat 0,2 persen ke posisi 44,5500.

Para analis menyebutkan bahwa hari ini pasar domestik akan mencermati rilis data inflasi dan Indeks Harga Produsen Dalam Negeri (PPI) Maret Turkiye, serta sejumlah data penting dari AS. Berdasarkan survei ekspektasi inflasi AA Finans, para ekonom memproyeksikan Indeks Harga Konsumen (IHK) Maret naik 2,40 persen secara bulanan, dengan inflasi tahunan diperkirakan turun tipis dari 31,53 persen pada Februari menjadi 31,46 persen pada Maret. Rata-rata ekspektasi inflasi akhir tahun 2026 berada di angka 25,91 persen.

Para analis mengingatkan bahwa volume perdagangan global akan tipis hari ini karena pasar AS dan Eropa tutup. Secara teknikal, resistensi BIST 100 berada di 13.200 dan 13.300 poin, sementara support berada di 12.900 dan 12.800 poin.

Data yang akan dipantau hari ini:

10.00 Turkiye, IHK Maret

10.00 Turkiye, PPI Domestik Maret

15.30 AS, data ketenagakerjaan nonpertanian Maret

15.30 AS, rata-rata upah per jam Maret

15.30 AS, tingkat pengangguran Maret

16.45 AS, PMI sektor jasa/komposit Maret

Website Anadolu Agency Memuat Ringkasan Berita-Berita yang Ditawarkan kepada Pelanggan melalui Sistem Penyiaran Berita AA (HAS). Mohon hubungi kami untuk memilih berlangganan.
Topik terkait
Bu haberi paylaşın