ISTANBUL
Menteri Kebudayaan Spanyol Ernest Urtasun menyatakan semakin banyak negara di Uni Eropa menilai upaya merayu Presiden Amerika Serikat Donald Trump tidak lagi efektif, di tengah meningkatnya ketegangan akibat serangan AS dan Israel terhadap Iran.
Dalam wawancara dengan Channel 4 pada Kamis (6/3), Urtasun mengatakan terdapat “perasaan yang semakin kuat” di tingkat Uni Eropa bahwa pendekatan yang mencoba menyesuaikan diri dengan kepentingan pribadi Trump tidak lagi berguna.
“Saya pikir ada perasaan yang semakin kuat di tingkat Uni Eropa bahwa sepenuhnya tidak berguna untuk terus menarik perhatian kesombongan atau kepentingan pribadi Donald Trump. Maksud saya, itu sudah selesai,” kata Urtasun.
Ia menegaskan negara-negara Eropa tidak dapat mengorbankan nilai dan kepentingan mereka sendiri hanya untuk menyenangkan Presiden AS.
“Kami tidak bisa setuju untuk merendahkan nilai dan kepentingan kami sendiri demi menyenangkan Donald Trump,” ujarnya.
Urtasun menambahkan negara-negara demokratis yang menjunjung hukum internasional dan multilateralisme harus bersikap tegas.
“Saya pikir ada saatnya negara-negara demokratis yang percaya pada hukum internasional dan multilateralisme harus berdiri tegak. Tidak ada pilihan lain,” katanya saat ditanya alasan Madrid menentang serangan Washington terhadap Iran.
Ia juga mempertanyakan masa depan tatanan global jika pelanggaran hukum internasional terus dibiarkan.
“Jika pelanggaran berulang dan pengabaian terhadap hukum internasional hanya diterima begitu saja, maka pertanyaannya adalah: dunia seperti apa yang akan kita bangun di abad ke-21?” ujarnya.
Urtasun menegaskan bahwa Spanyol tidak khawatir terhadap ancaman perdagangan dari Washington dan menilai sulit untuk menganggap serius ancaman tersebut.
Pemerintah Spanyol, kata dia, saat ini menyerukan deeskalasi serta penghentian aksi militer yang sedang berlangsung, sekaligus mendorong dimulainya kembali dialog dan perundingan.
Pernyataan tersebut muncul setelah Washington mengancam akan memberlakukan embargo perdagangan penuh terhadap Spanyol. Ketegangan meningkat setelah pemerintah Spanyol menolak mengizinkan militer AS menggunakan pangkalan di wilayahnya untuk operasi terhadap Iran.
Sementara itu, Amerika Serikat dan Israel terus melanjutkan serangan besar terhadap Iran sejak Sabtu (1/3). Iran membalas dengan serangan drone dan rudal yang menargetkan Israel serta sejumlah negara Teluk yang menjadi lokasi aset militer AS.
Website Anadolu Agency Memuat Ringkasan Berita-Berita yang Ditawarkan kepada Pelanggan melalui Sistem Penyiaran Berita AA (HAS). Mohon hubungi kami untuk memilih berlangganan.
