Nicky Aulia Widadio
20 Maret 2019•Update: 20 Maret 2019
Nicky Aulia Widadio
JAKARTA
Detasemen Khusus 88 Antiteror menangkap terduga teroris Abu Harkam yang berkaitan dengan kelompok Abu Hamzah di Berau, Kalimantan Timur.
Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri Brigadir Jenderal Dedi Prasetyo menuturkan Abu Harkam merencanakan aksi teror terhadap aparat keamanan setelah terpicu oleh penangkapan rekan satu kelompoknya di Sibolga.
“Dia memiliki keinginan kuat untuk sesegera mungkin melakukan ‘amaliyah’ terpicu dengan kejadian di Sibolga,” kata Dedi di Jakarta, Rabu.
Densus 88 mendeteksi Abu Harkam melalui jejaring komunikasi dengan terduga teroris jaringan Sibolga yang telah lebih dulu ditangkap.
Polisi telah menangkap delapan terduga teroris yang berkaitan dengan kelompok Abu Hamzah.
Kelompok ini merupakan bagian dari jaringan Jemaah Ansharut Daulah yang berafiliasi dengan paham-paham Daesh.
Pengungkapan kelompok Abu Hamzah bermula sejak penangkapan terduga teroris bernama Putra Syuhada di Lampung pada 9 Maret 2019.
Dari pengembangan selanjutnya diketahui bahwa kelompok ini memiliki jaringan di Sibolga, Klaten, Tanjung Balai, dan Berau.
Penangkapan Abu Hamzah di Sibolga diwarnai ledakan bom ranjau dan bom bunuh diri oleh istrinya.
Densus 88 menemukan setidaknya 300 kilogram bahan peledak, puluhan bom rakitan, bom rompi, hingga bom mobil dari kelompok ini.