Megiza Asmail
09 Desember 2017•Update: 11 Desember 2017
Megiza Asmail
JAKARTA
Detasemen Khusus 88 Antiteror Polri menangkap tiga laki-laki di Jawa Timur yang dipastikan terlibat dalam jaringan teror. Dua dari ketiga terduga teroris itu diketahui sebagai anggota kelompok Abu Jandal.
Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Kombes Mohammad Iqbal menjelaskan penangkapan pertama dilakukan terhadap Paripung Dhani Pasandi alias Ipung di Jalan Raya Sumorame, Sidoarjo, sekira pukul 07.15 WIB.
Laki-laki yang berdomisili di Perumahan Rinjani, Tanggulangin Asri blok QQ-6, Kalitengah, Sidoarjo, itu terlibat dalam kelompok Jamaah Ansharut Tauhid (JAT).
“Keterlibatan dia adalah saat merencanakan pemboman kantor polisi di Surabaya pada tahun 2014. Terduga juga berperan membeli dan menyiapkan bahan-bahan bom seperti asam nitrat, aseton, Le nitrat, gelas takar, SCR dan kertas saring,” kata Iqbal.
Selanjutnya, Densus 88 menangkap pria bernama Muhamad Muhidin Gani alias Abu Faros alias Deni, di Gang Gading, Jalan Kedinding Lor, Surabaya, Jawa Timur.
“Dia termasuk dalam kelompok jaringan Abu Jandal dan diketahui pernah bergabung dengan Daesh di Suriah sebagai FTF [foreign terrorist fighters] dan sudah mengikuti Tadrib askari dan Ribath,” ujar Iqbal.
Sedangkan terduga teroris terakhir yakni Kiki Rizky Abdul Kadir alias Kiki alias Abu Ukasah diamankan di Jalan Raya Sawahan, Malang.
Sama seperti Abu Faros, pria yang berdomisili di Jalan Kemuning V No.6 Perum. Sengkaling Indah II Rt.02 Rw. 06, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang, juga tercatat sebagai kelompok Abu Jandal dan pernah bergabung dengan Daesh di Suriah sebagai FTF.
“Operasi penegakan hukum ini dilakukan sebagai upaya pencegahan terhadap aksi teror yang direncanakan oleh jaringan teror, mengingat adanya teror di beberapa negara-negara,” kata Iqbal.