Polri: 26 tersangka teroris JAD dibawa ke Jakarta, 19 di antaranya anggota FPI
“Mereka sangat aktif dalam kegiatan-kegiatan FPI di Makassar,” ujar Rusdi dalam konferensi pers di Jakarta
Jakarta Raya
JAKARTA
Densus 88 Antiteror Polri memindahkan 26 tersangka teroris kelompok Jemaah Ansharut Daulah (JAD) dari sejumlah daerah ke Jakarta.
Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri Brigadir Jenderal Rusdi Hartono mengatakan tujuh orang di antaranya berasal dari Gorontalo dan 19 orang lainnya dari Makassar, Sulawesi Selatan.
Densus 88 menangkap 26 tersangka teroris tersebut pada awal Januari 2021. Mereka kini ditahan di Rumah Tahanan Teroris di Cikeas, Bogor, Jawa Barat.
Menurut Rusdi, 19 tersangka teroris yang ditangkap di Makassar juga merupakan anggota aktif Front Pembela Islam (FPI).
“Mereka sangat aktif dalam kegiatan-kegiatan FPI di Makassar,” ujar Rusdi dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis.
Kelompok ini diduga memiliki rencana aksi teror dan bom bunuh diri di Indonesia.
Berdasarkan penelusuran Densus 88, mereka berkaitan dengan Rullie Rian Zeke dan Ulfah Handayani yang merupakan pelaku bom bunuh diri gereja katedral di Jolo, Filipina pada 2019.
Bom bunuh diri tersebut yang menewaskan lebih dari 20 orang.
“Salah satu anaknya (Rullie dan Ulfah) itu sekarang tertangkap dan masuk di antara 19 teroris dari Makassar,” kata Rusdi.
Sedangkan tujuh orang tersangka teroris yang berasal dari Gorontalo diduga berencana menyerang markas Polri, rumah dinas Polri, rumah pejabat, serta merampok beberapa toko.
“Mereka mempersiapkan diri dengan latihan fisik bela diri, juga memanah, melempar pisau dan menembak dengan senapan angin. Kelompok ini juga memiliki kemampuan untuk merakit bom,” tutur Rusdi.
Website Anadolu Agency Memuat Ringkasan Berita-Berita yang Ditawarkan kepada Pelanggan melalui Sistem Penyiaran Berita AA (HAS). Mohon hubungi kami untuk memilih berlangganan.
