Asiye Latife Yılmaz
18 Mei 2026•Update: 18 Mei 2026
Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengatakan Iran terus mendesak dalam pembicaraan dengan Washington dan disebut sangat ingin mencapai kesepakatan dengan AS.
Dalam wawancara dengan majalah Fortune yang dipublikasikan pada Senin, Trump mengomentari proses negosiasi yang sedang berlangsung antara kedua negara.
“Mereka terus berteriak sepanjang waktu. Saya bisa mengatakan satu hal, mereka sangat ingin menandatangani kesepakatan,” kata Trump.
Namun, ia menuduh Iran kerap mengubah isi proposal setelah kesepakatan awal dibahas.
“Mereka membuat kesepakatan, lalu mengirim dokumen yang tidak ada hubungannya dengan kesepakatan itu. Saya bilang, ‘Apa kalian gila?’” ujarnya.
Menurut laporan wawancara tersebut, Trump juga menggambarkan kepemimpinan Iran seperti “lawan bisnis yang keras kepala.”
Ketegangan di kawasan meningkat sejak Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran pada Februari lalu. Teheran kemudian membalas dengan menyerang Israel dan sekutu AS di kawasan Teluk, termasuk Uni Emirat Arab, serta menutup Selat Hormuz.
Gencatan senjata mulai berlaku pada 8 April melalui mediasi Pakistan, namun perundingan di Islamabad belum menghasilkan kesepakatan permanen. Trump kemudian memperpanjang gencatan senjata tersebut tanpa batas waktu.