Fatma Zehra Solmaz
18 Mei 2026•Update: 18 Mei 2026
Pemerintah Turkiye pada Senin (18/05), mengecam intervensi Israel terhadap armada kemanusiaan Global Sumud Flotilla yang menuju Gaza di perairan internasional dan menyebutnya sebagai “aksi pembajakan baru.”
Dalam pernyataannya, Kementerian Luar Negeri Turkiye mengatakan pasukan Israel melakukan intervensi terhadap armada yang membawa bantuan kemanusiaan untuk Gaza tersebut.
“Kami mengecam intervensi yang dilakukan pasukan Israel di perairan internasional terhadap Global Sumud Flotilla yang dibentuk untuk mengirim bantuan kemanusiaan ke Gaza dan yang merupakan aksi pembajakan baru,” demikian pernyataan kementerian.
Turkiye menyebut warga dari hampir 40 negara berada di atas kapal armada tersebut dan menegaskan bahwa “kebijakan serangan dan intimidasi” Israel tidak akan menghentikan solidaritas internasional terhadap rakyat Palestina.
Ankara juga mendesak Israel segera menghentikan intervensi dan membebaskan seluruh peserta flotilla tanpa syarat.
Kementerian Luar Negeri Turkiye menambahkan pihaknya tengah mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk memastikan kepulangan aman warga negara Türkiye yang berada di armada tersebut serta terus memantau perkembangan bersama negara-negara lain.
Sebelumnya, militer Israel dilaporkan menyerang armada kemanusiaan Global Sumud di perairan internasional. Siaran langsung dari armada memperlihatkan kapal-kapal angkatan laut Israel mencegat kapal bantuan satu per satu.
Harian Israel Yedioth Ahronoth melaporkan para aktivis yang ditahan dipindahkan ke kapal angkatan laut yang disebut sebagai “penjara terapung” sebelum dibawa ke pelabuhan Ashdod.
Dalam pernyataannya, Global Sumud Flotilla menuntut “jalur aman” untuk menjalankan misi kemanusiaannya ke Jalur Gaza dan menuduh Israel melakukan “aksi pembajakan ilegal.”
“Kami menuntut jalur aman untuk misi kemanusiaan kami yang sah dan tanpa kekerasan,” demikian pernyataan armada tersebut.
Juru bicara Partai AK, Omer Celik, turut mengecam tindakan Israel melalui media sosial X.
“Intervensi Israel terhadap Sumud Flotilla adalah tindakan barbar yang tidak manusiawi. Semua pihak yang menjunjung hukum, keadilan, dan hak asasi manusia harus menentang kebiadaban ini,” tulisnya.
Sementara itu, Direktur Komunikasi Turkiye, Burhanettin Duran, mengatakan menyerang pembela hak asasi manusia dan menargetkan warga sipil tak bersenjata merupakan “serangan langsung terhadap hati nurani kemanusiaan.”
Ia menambahkan komunitas internasional, terutama negara-negara yang warganya berada di armada tersebut, memiliki kewajiban untuk menjamin keselamatan warga sipil dan meminta pertanggungjawaban pelaku melalui hukum internasional.