Hayatı Nupus
03 Januari 2020•Update: 06 Januari 2020
JAKARTA
Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh mengungkapkan lima ekor gajah sumatera (Elephas maximus sumatranus) mati diduga akibat tersengat listrik di Desa Tuwi Priya, Kecamatan Pasie Raya, Kabupaten Aceh Jaya.
Kepala BKSDA Aceh Agus Arianto mengatakan hasil penelusuran, tim menemukan tulang belulang gajah tersebut di dekat pagar listrik yang dipasang pada perkebunan sawit masyarakat.
“Sudah kami laporkan kejadian tersebut ke Polres Aceh Jaya untuk diproses hukum lebih lanjut,” ujar Agus, Jumat, kepada Anadolu Agency.

Agus mengatakan gajah sumatera merupakan salah satu satwa dilindungi di Indonesia.
The International Union for Conservation of Nature (IUCN) mencantumkan gajah sumatera dalam Daftar Merah Spesies Terancam Punah.
“Satwa yang hanya ditemukan di Pulau Sumatera ini berstatus Critically Endangered atau spesies yang terancam kritis, berisiko tinggi untuk punah di alam liar,” ujar Agus.
BKSDA Aceh mengimbau agar masyarakat menjaga kelestarian satwa terancam punah dengan tidak menangkap, melukai, membunuh atau memperjualbelikan.
BKSDA Aceh juga mengimbau agar masyarakat menertibkan pagar listrik yang digunakan untuk melindungi kebun.
Pagar listrik itu, lanjut Agus, tak hanya akan memberikan efek kejut namun juga membunuh siapa pun yang berada di dekatnya, termasuk satwa terancam punah dan manusia.
“Ini awal tahun yang menyedihkan bagi kita, semoga ke depan tidak terjadi lagi,” ujar Agus.