Hakan Copu
13 Januari 2018•Update: 14 Januari 2018
Hakan Copu
LOS ANGELES
Menteri Luar Negeri Turki pada hari Sabtu mengkritik sikap Amerika Serikat (AS) terhadap Organisasi Teroris Fetullah (FETO) dan mendesak negara tersebut untuk melihat “warna” sebenarnya kelompok ini.
Berbicara dalam sebuah pertemuan dengan ekspatriat Turki di Los Angeles, Mevlut Cavusoglu mengatakan bahwa seluruh dunia telah memahami bagaimana FETO adalah organisasi teroris yang berbahaya.
"Saya harap AS memahami hal itu suatu hari nanti," kata Cavusoglu, sambil menambahkan bahwa Turki, sayangnya, tidak dapat memperoleh dukungan yang diinginkan dari AS dalam perjuangan melawan FETO.
Turki mempersalahkan FETO karena usaha kudeta gagal pada 2016 lalu.
Tidak ada ekstradisi telah dibuat [pihak AS] maupun penyelidikan untuk FETO kata menteri tersebut.
Turki berulang kali meminta ekstradisi pemimpin FETO, Fetullah Gulen, setelah kudeta 2016 yang berhasil dikalahkan dengan mengambil korban 250 orang tewas dan 2.200 orang mengalami luka.
Ankara juga menuduh FETO berada di balik kampanye jangka panjang untuk menggulingkan negara melalui infiltrasi institusi Turki, terutama militer, polisi, dan pengadilan, serta memiliki jaringan pengaruh dan intimidasi yang besar di luar negeri.