09 Juni 2026•Update: 09 Juni 2026
Pejabat Turkiye memaparkan rencana perluasan integrasi ekonomi dengan Suriah dalam Citi Economies Summit di Gaziantep, termasuk pembukaan pos perbatasan bea cukai baru dan target peningkatan volume perdagangan bilateral hingga 10 miliar dolar AS dalam beberapa tahun mendatang.
KTT yang diselenggarakan Anadolu bekerja sama dengan Pemerintah Kota Metropolitan Gaziantep pada Selasa (9/6) itu mempertemukan pejabat pemerintah dan pelaku usaha dari Turkiye serta Suriah.
Menteri Perdagangan Turkiye Omer Bolat mengatakan kedua negara menargetkan volume perdagangan tahunan mencapai 5 miliar dolar AS dalam dua tahun ke depan dan meningkat menjadi 10 miliar dolar AS pada awal dekade 2030-an.
"Kami sepenuhnya siap untuk pembukaan Pos Bea Cukai Islahiye, dan dengan bekerja sama kami akan dapat mengumumkan pembukaannya sesegera mungkin," kata Bolat.
Para pejabat Turkiye juga menyampaikan kepada pihak Suriah kesiapan mereka untuk membuka kembali pos perbatasan bea cukai antara Nusaybin dan Qamishli.
Bolat menegaskan bahwa setelah revolusi pada 8 Desember 2024, Turkiye memberikan prioritas tertinggi pada upaya menjaga integritas wilayah dan persatuan nasional Suriah.
Ia menambahkan bahwa bank-bank Turkiye telah mencapai kesepakatan untuk membuka cabang di Suriah, sementara bank sentral kedua negara masih melanjutkan pembicaraan.
Menurut Bolat, Turkiye juga memberikan dukungan kuat kepada pemerintah Suriah dalam upaya mencabut embargo yang diberlakukan oleh Amerika Serikat dan Uni Eropa.
Kota Gaziantep mengekspor barang senilai 900 juta dolar AS ke Suriah pada tahun lalu dan mencatat ekspor sebesar 350 juta dolar AS dalam lima bulan pertama tahun ini.
Kemitraan jangka panjang
Duta Besar Turkiye untuk Damaskus Nuh Yilmaz menggambarkan Turkiye sebagai pintu gerbang Suriah menuju pasar global dan Eropa.
Yilmaz juga menyebut Suriah sebagai koridor logistik strategis yang menghubungkan Turkiye dengan kawasan Timur Tengah dan Teluk.
Ia mendorong para investor untuk membangun kemitraan jangka panjang, bukan hanya berfokus pada perdagangan jangka pendek.
Menurutnya, kawasan Aleppo-Idlib merupakan wilayah investasi yang menjanjikan karena memiliki pasokan energi yang stabil dan tenaga kerja terampil.
Yilmaz juga mengatakan kondisi keamanan di Suriah telah mengalami peningkatan signifikan setelah pemerintah pusat kembali menguasai sejumlah wilayah.
Selain itu, pejabat Turkiye mulai bekerja sama dengan otoritas imigrasi guna mempermudah proses visa bagi warga Suriah yang memutuskan kembali secara permanen ke negara asal mereka.
Revitalisasi jaringan logistik historis
Wali Kota Gaziantep Fatma Sahin menyoroti besarnya peluang ekonomi yang dimiliki Aleppo dan Gaziantep.
Ia menyerukan revitalisasi jaringan logistik historis untuk mendorong peningkatan perdagangan kawasan.
Sementara itu, Gubernur Gaziantep Kemal Ceber menekankan pentingnya membangun masa depan bersama berdasarkan hubungan historis yang telah lama terjalin.
Ia memprediksi kawasan perbatasan Turkiye-Suriah akan segera berkembang menjadi pusat ekonomi baru bagi Turkiye.