Zafer Fatih Beyaz dan Serdar Acil
13 Januari 2018•Update: 14 Januari 2018
Zafer Fatih Beyaz dan Serdar Acil
ANKARA
Seorang tersangka telah ditahan di Ankara, ibukota Turki sebagai bagian dari penyelidikan terhadap pembunuhan mantan duta besar Rusia untuk Turki berdasarkan sumber dari petugas keamanan yang menolak disebutkan namanya.
Duta Besar Andrey Karlov meninggal pada 19 Desember 2016 lalu setelah ditembak berkali-kali di sebuah pameran seni di Ankara.
Pada saat itu ia sedang berpidato hingga kemudian seorang polisi Turki berusia 22 tahun bernama Mevlut Mert Altintas melepaskan tembakan.
Berdasarkan informasi dari petugas keamanan yang meminta namanya tidak disebutkan mengatakan pada Jumat telah ditangkap seorang mantan Otoritas Teknologi Informasi dan Komunikasi berinisial H.K.
Sumber tersebut menambahkan bahwa sebuah pengadilan di Ankara kemudian mengembalikan tersangka tersebut ke dalam tahanan dengan tuduhan “terlibat dalam merencakan pembunuhan berencana.”
Sebelumnya sebanyak enam orang telah ditangkap termasuk tiga petugas kepolisian, Ketua Guru Media Broadcast Group Hayreddin Aydinbas, serta penyelenggara pameran Mustafa Timur Ozkan.
Peristiwa pembunuhan Karlov membuat hubungan Turki-Rusia diuji. Presiden Rusia Vladimir Putin menggambarkan penembakan tersebut sebagai provokasi yang dirancang untuk melemahkan hubungan bilateral.
Pada Desember lalu Putin telah menandatangani sebuah perintah eksekutif untuk memberikan penghargaan kepada Karlov berupa gelar Hero of the Russian Federation.