Safari diplomatik Menteri Luar Negeri Turkiye Hakan Fidan ke Singapura, Indonesia, Korea Selatan, dan Bangladesh pada 1-6 Juni 2026 menjadi tonggak strategis yang memperkuat visi Inisiatif Asia Baru (Yeniden Asya Girişimi) Turkiye.
Kunjungan tersebut menunjukkan upaya Ankara untuk memperluas perannya tidak hanya sebagai aktor regional, tetapi juga sebagai mitra yang semakin aktif di Asia Selatan dan kawasan Pasifik, termasuk melalui target menjadi mitra dialog penuh ASEAN.
Tulisan ini disusun oleh dosen Universitas Pertahanan Nasional (MSU) Dr. Hayati Unlu untuk mengulas kunjungan Hakan Fidan ke Asia Tenggara serta maknanya bagi Inisiatif Asia Baru Turkiye dan diplomasi kawasan.
Persinggahan pertama dilakukan di Singapura, salah satu mitra strategis paling lama bagi Turkiye di kawasan. Pada 2 Juni, Fidan bertemu Perdana Menteri Singapura Lawrence Wong dan Menteri Luar Negeri Vivian Balakrishnan serta menegaskan kembali komitmen kedua negara untuk memperdalam kemitraan strategis yang telah terjalin sejak 2014.
Perjanjian Perdagangan Bebas yang mulai berlaku pada 2017 telah mendorong peningkatan signifikan dalam volume perdagangan kedua negara. Sementara itu, pembaruan Perjanjian Transportasi Udara pada September 2025 semakin memperkuat konektivitas. Dalam pertemuan tersebut, Fidan membahas peluang kerja sama di sektor strategis seperti semikonduktor, kecerdasan buatan, energi hijau, dan kendaraan listrik.
Salah satu penampilan penting Fidan di Singapura adalah pidatonya dalam forum yang diselenggarakan lembaga pemikir The International Institute for Strategic Studies (IISS). Dalam kesempatan itu, ia menegaskan penolakannya terhadap sikap pasrah terhadap dinamika sistem global dan menyebut Turkiye serta Singapura sebagai negara yang cerdas dan bertanggung jawab.
Kunjungan Fidan ke Indonesia menjadi salah satu contoh paling nyata dari semakin eratnya hubungan strategis kedua negara. Kunjungan ini merupakan kelanjutan dari Pertemuan Menteri Luar Negeri dan Menteri Pertahanan format 2+2 yang digelar di Ankara pada Januari 2026.
Dalam kunjungan tersebut, Indonesia kembali menegaskan dukungannya terhadap upaya Turkiye untuk memperoleh status mitra dialog penuh ASEAN. Menteri Luar Negeri Indonesia Sugiono sebelumnya menyatakan bahwa Indonesia menyambut baik aspirasi Turkiye tersebut dan siap memberikan dukungan penuh.
Dukungan tersebut juga mencerminkan eratnya kerja sama industri pertahanan kedua negara. Kesepakatan yang ditandatangani pada 2025 mencakup pembangunan pabrik bersama kendaraan udara nirawak (drone) serta pengadaan pesawat tempur KAAN. Kedua pihak juga membahas target peningkatan nilai perdagangan bilateral hingga 10 miliar dolar AS.
Kunjungan ke Korea Selatan mencerminkan upaya Turkiye untuk memperkuat integrasi dengan pusat-pusat teknologi maju di Asia. Agenda utama pembahasan mencakup pengembangan kerja sama industri pertahanan, seperti yang telah terjalin dalam Proyek Tank Altay, serta perluasan cakupan Perjanjian Perdagangan Bebas agar mencakup sektor-sektor strategis seperti semikonduktor, kecerdasan buatan, dan transformasi hijau.
Kunjungan ke Bangladesh pada 5-6 Juni menjadi salah satu bagian paling menonjol dalam rangkaian tur tersebut. Kunjungan itu merupakan lawatan resmi pertama Hakan Fidan ke negara tersebut sebagai menteri luar negeri.
Dalam pertemuan dengan Perdana Menteri Bangladesh Tarık Rahman dan Menteri Luar Negeri Khalilur Rahman, kedua pihak sepakat meningkatkan hubungan bilateral ke tingkat yang lebih strategis.
Hasil paling konkret dari kunjungan tersebut adalah keputusan untuk menggelar pertemuan tahunan Menteri Luar Negeri dan Menteri Pertahanan format 2+2. Mekanisme ini serupa dengan yang telah diterapkan Turkiye bersama Indonesia dan dinilai menjadi indikator kuat semakin strategisnya hubungan Ankara-Dhaka.
Kerja sama industri pertahanan juga menjadi salah satu agenda utama. Bangladesh sebelumnya telah membeli drone Bayraktar TB2, kendaraan lapis baja, dan sistem peluncur roket multilaras dari Turkiye. Kedua negara kini membahas kemungkinan pembangunan fasilitas produksi pertahanan bersama serta transfer teknologi.
Selain itu, kedua pihak mengevaluasi peluang penandatanganan Perjanjian Perdagangan Bebas guna meningkatkan nilai perdagangan bilateral dari sekitar 1,3 miliar dolar AS menjadi 2 miliar dolar AS.
Salah satu agenda yang paling mendapat perhatian dalam kunjungan tersebut adalah peninjauan kamp pengungsi Rohingya di Cox's Bazar oleh Fidan. Dalam kunjungan itu, ia meninjau langsung kegiatan bantuan kemanusiaan yang dijalankan Turkiye melalui TIKA, AFAD, Bulan Sabit Merah Turki, dan Yayasan Diyanet Turki.
Fidan menegaskan bahwa Turkiye telah menyalurkan bantuan kemanusiaan lebih dari 80 juta dolar AS kepada pengungsi Rohingya dan akan terus melanjutkan dukungan tersebut.
Rangkaian kunjungan Hakan Fidan ke Singapura, Indonesia, Korea Selatan, dan Bangladesh mencerminkan tekad Turkiye untuk menjadi aktor independen dan berpengaruh dalam tatanan dunia multipolar.
Upaya untuk meningkatkan status Turkiye dari mitra dialog sektoral ASEAN yang diperoleh sejak 2017 menjadi mitra dialog penuh kini semakin realistis berkat dukungan sejumlah negara kawasan, terutama Indonesia.
Salah satu capaian terpenting dari kunjungan ke Bangladesh adalah pembentukan mekanisme tahunan 2+2 dan penguatan fondasi kerja sama industri pertahanan. Langkah tersebut dinilai akan memperdalam kehadiran Turkiye di Asia Selatan sekaligus mendukung peningkatan kapasitas pertahanan Bangladesh.
Melalui kunjungan tersebut, Turkiye berupaya memposisikan diri bukan hanya sebagai negara Timur Tengah atau Eropa, tetapi juga sebagai mitra ekonomi, keamanan, dan kemanusiaan yang penting di kawasan Indo-Pasifik. Pendekatan yang mencakup industri pertahanan, ekonomi digital, perdagangan, hingga diplomasi kemanusiaan itu mencerminkan prinsip saling menguntungkan yang ingin dibangun Ankara di kawasan.
Visi tersebut merupakan salah satu manifestasi paling nyata dari ambisi Turkiye untuk menjadi "pulau stabilitas" di tengah ketidakpastian sistem global.
*Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini merupakan pendapat penulis dan tidak selalu mencerminkan kebijakan editorial Anadolu.*
news_share_descriptionsubscription_contact
