14 Juli 2017•Update: 17 Juli 2017
Iqbal Musyaffa
JAKARTA
Tragedi upaya kudeta yang dilakukan oleh Fethullah Gullen Terrorist Organization (FETO) tampaknya meninggalkan luka dan kesedihan yang mendalam bagi Duta Besar Turki untuk Indonesia Sander Gurbuz.
Seusai mempresentasikan tentang kebrutalan yang dilakukan FETO ketika mengenang satu tahun kemenangan masyarakat Turki atas upaya kudeta 15 Juli 2016, Gurbuz tak kuasa menahan air matanya.
“Upaya kudeta tersebut menelan 250 jiwa dan lebih dari dua ribu orang luka-luka. Tidak ada kata yang tepat untuk menggambarkan kebrutalan pasukan FETO yang melakukan kudeta pada malam hari di tanggal 15 Juli,” jelasnya di Kedutaan Besar Turki di Jakarta, Jum'at (14/7).
Ia bercerita pada 15 Juli 2016 terlihat pesawat jet tempur terbang di atas langit kota Istanbul pada malam hari. Masyarakat merasa ada yang janggal dengan hal tersebut. Terbukti, jet tersebut merupakan bagian dari upaya kudeta terhadap pemerintahan yang sah Presiden Recep Tayyip Erdogan.
“Mereka menggunakan kekuatan militer untuk melawan masyarakat yang turun ke jalan untuk mempertahankan negara mereka dan demokrasi di Turki. Mereka mengebom gedung parlemen Turki, komplek istana presiden, kantor pusat intelejen nasional, dan objek vital lainnya di Turki,” Gurbuz melanjutkan.
Selain menyerang kantor institusi penting negara, para pengikut Gullen mencoba untuk membunuh Presiden Erdogan dan Perdana Menteri Yildirim. Meskipun FETO menggunakan kekuatan militer, namun tidak seluruh jenderal dan petinggi militer sepakat dan mendukung tindakan kudeta tersebut.
Seluruh partai politik baik di pemerintahan ataupun oposisi mengecam penggunaan senjata dan kekerasan dalam upaya kudeta tersebut. Polisi dan media pun menentang tindakan tersebut.
“Yang terpenting adalah masyarakat dengan berbagai latar belakang dan pandangan politik menunjukkan solidaritasnya atas kesadaran sendiri untuk melawan tindakan tersebut dengan berdiri menghadang tank pasukan pemberontak.”
Saat ini Turki menurutnya sedang berjuang melawan ancaman bagi demokrasi dan rakyat Turki.