Zuhal Demirci
13 Januari 2018•Update: 14 Januari 2018
Zuhal Demirci
ANKARA
Turki tidak akan menerima status "kemitraan istimewa" di UE, kata Menteri UE Omer Celik.
"Jika kita ditawari kemitraan istimewa, kita bahkan tidak akan mempertimbangkannya, dan hanya menolaknya," kata Celik kepada saluran berita Haberturk pada hari Jumat.
Politisi Jerman akhir-akhir ini mengusulkan status "kemitraan istimewa" untuk Turki, bukan keanggotaan UE secara penuh.
"Tidak ada yang bisa menawarkan status kelas dua ke Turki dalam hubungan dengan UE," kata Celik, yang menggarisbawahi posisi Turki sangat jelas mengenai hal tersebut.
Turki telah mengajukan keanggotaan UE pada tahun 1987 dan perundingan aksesi dimulai pada tahun 2005. Namun, perundingan terhenti pada 2007 karena keberatan pemerintah Siprus Yunani, serta oposisi dari Jerman dan Prancis.
Untuk mendapatkan keanggotaan, Turki harus berhasil menyelesaikan negosiasi di 35 bab kebijakan yang melibatkan reformasi dan penerapan standar Eropa.
Pada bulan Mei 2016, 16 bab telah dibuka dan satu diakhiri. Namun, pada bulan Desember 2016, negara anggota mengatakan tidak ada bab baru yang akan dibuka.
Celik mengatakan Turki ingin membuka Bab 23 tentang peradilan dan hak-hak fundamental dan Bab 24 tentang keadilan, kebebasan dan keamanan.