Nani Afrida
09 Januari 2019•Update: 09 Januari 2019
Michael Hernandez
WASHINGTON
Lebih dari 4.500 warga desa telah mengungsi menyusul bentrokan terbaru antara militer Myanmar dan Tentara Arakan di negara bagian Rakhine, Myanmar lapor PBB, Selasa.
Informasi pengungsian ini dilaporkan juru bicara PBB Farhan Haq, sudah terjadi sejak 7 Januari.
Haq mengatakan pergerakan pasukan dan bentrokan terus berlangsung selama beberapa hari terakhir setelah serangan oleh kelompok gerilyawan di pos-pos polisi di Kotapraja Buthidaung pada 4 Januari lalu.
Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan memimpin misi 29-31 Desember ke desa-desa Taung Min Kalar dan Kan Sauk di kota Kyauktaw dan Auk Thin Pone Tan dan Hpar Kywe Wa di kota Ponnagyun, yang saat itu menampung 1.600 orang pengungsi.
Pertempuran terbaru terjadi di negara bagian Rakhine pada awal Desember antara pasukan pemerintah dan Tentara Arakan yang pemberontak, menuntut otonomi yang lebih besar bagi Rakhine, di mana kelompok etnis Rakhine yang mayoritas beragama Budha merupakan mayoritas.
Tentara Arakan tidak menyebut agama sebagai faktor mereka memberontak.
* Betul Yuruk berkontribusi pada laporan ini dari PBB