01 September 2017•Update: 02 September 2017
ISTANBUL
Perdana Menteri Turki Binali Yildirim pada Jumat meminta masyarakat internasional membantu menghentikan kekerasan terhadap Muslim Rohingya di Rakhine, Myanmar.
"Komunitas internasional harus lebih aktif dan meninggalkan standar berbeda [ganda] mengenai masalah ini," kata Yildirim kepada wartawan di Istanbul pada hari pertama Idul Adha.
Idul Adha, yang dikenal sebagai hari raya pengorbanan, mengisahkan penyerahan Nabi Ibrahim saat bersedia mengorbankan Ismail kepada Tuhan.
Turki telah mengirim bantuan kemanusiaan kepada orang-orang menderita dan berupaya mengakhiri kekerasan, katanya.
"Kami, sekali lagi, mengutuk pembantaian ini dengan sangat keras ...," kata perdana menteri. Ia menambahkan "Mereka yang telah melakukan [kekerasan] ini akan bertanggung jawab cepat atau lambat."
Pesan para menteri lainnya juga fokus pada kekerasan yang sedang berlangsung.
"Dunia dan Perserikatan Bangsa-Bangsa memiliki cukup kekuatan untuk menghentikan kekejaman di Rakhine," kata Wakil Perdana Menteri Recep Akdag kepada Anadolu Agency di provinsi Erzurum timur.
Berbicara kepada wartawan di provinsi Kocaeli barat laut, Wakil Perdana Menteri Fikri Isik mengatakan, tak dapat diterima ketika dunia "buta dan tuli terhadap penganiayaan ini".
Kekerasan meletus di Negara Rakhine Myanmar pada 25 Agustus ketika pasukan Myanmar melancarkan serangan militer terhadap etnis Rohingya. Kejadian ini mendorong para pengungsi untuk menyebrang ke Bangladesh meskipun negara tersebut menutup perbatasannya.
Warga Rohingya digusur
Laporan media mengatakan pasukan Myanmar menggunakan kekuatan penuh, menggusur ribuan warga desa dan menghancurkan rumah mereka dengan mortir dan senapan mesin.
Kekerasan di negara Rakhine “dibayangi” perayaan Idul Adha, ujar Wakil Perdana Menteri Hakan Cavusoglu.
"Kami telah melihat seluruh seruan terutama oleh presiden dan perdana menteri kami telah direspon oleh masyarakat internasional," katanya, menambahkan bahwa dia berharap krisis akan dapat diselesaikan.
Sementara itu, Menteri Luar Negeri Mevlut Cavusoglu mengatakan dia telah berbicara dengan para menteri luar negeri di banyak negara dan perwakilan organisasi internasional terkait krisis tersebut.
"Saya juga akan berbicara dengan Kofi Annan, utusan khusus Perserikatan Bangsa-Bangsa, hari ini," katanya kepada wartawan di provinsi selatan Antalya. "Kami akan melakukan apapun yang diperlukan untuk menemukan solusi permanen di Rakhine."
Berbicara kepada wartawan di provinsi selatan Adana, Menteri Uni Eropa Omer Celik mengungkapkan solidaritasnya terhadap Muslim Rohingya.
"Bangsa dan negara kami akan terus memberikan bantuan kepada orang-orang yang menderita di setiap wilayah di dunia - dari Rakhine ke Pakistan, dari Suriah sampai Somalia, dari Serbia sampai Palestina," kata Menteri Pertahanan Nurettin Canikli dalam pesan tertulisnya menyambut Idul Adha.
Negara bagian Rakhine telah mengalami ketegangan antara populasi Budhis dan Muslim sejak kekerasan komunal terjadi pada tahun 2012.
Sebuah tindakan kekekerasan keamanan Myanmar dilancarkan pada Oktober lalu di Maungdaw, di mana Rohingya menjadi mayoritas, sehingga mendorong PBB mengeluarkan laporan mengenai pelanggaran hak asasi manusia yang mengindikasikan adanya kejahatan kemanusiaan.
PBB mendokumentasikan pemerkosaan massal, pembunuhan - termasuk bayi dan anak kecil - pemukulan dan penghilangan brutal. Perwakilan Rohingya mengatakan sekitar 400 orang tewas dalam operasi tersebut.