02 September 2017•Update: 03 September 2017
Pizaro Gozali
JAKARTA
Menteri Agama (Menag) Lukman Hakim Saifuddin meminta Pemerintah Myanmar menghormati hak kemanusiaan warga Rohingya. Pesan ini disampaikan Menteri Lukman menyusul tindak kekerasan militer Myanmar kepada umat Muslim Rohingya.
“Myanmar harus memberikan penghormatan terhadap hak kemanusiaan, tanpa memandang etnis dan agama. Muslim Rohingya harus diberikan perlindungan,” kata Menag, di Mekkah, Sabtu.
Menag meminta semua pihak untuk menahan diri. Menurutnya, Pemerintah Indonesia telah melakukan sejumlah langkah bagi penyelesaian masalah Rohingya. Di antaranya, memfasilitasi terbentuknya Aliansi Kemanusiaan Indonesia untuk Myanmar (AKIM) yang beranggota 11 ormas dan lembaga kemanusiaan.
“Indonesia siap proaktif untuk ikut membantu penyelesaian masalah Muslim Rohingya di Myanmar,” tandasnya.
Sejumlah pihak juga sudah dihubungi Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, antara lain: Sekjen PBB Antonio Guteres dan beberapa menteri luar negeri negara sahabat.
"Pemerintah Indonesia terus berusaha membantu atasi krisis kemanusiaan dengan bersinergi bersama kekuatan masyarakat," ujar Menteri Lukman.
Kekerasan meletus di Rakhine, barat Myanmar, pada 25 Agustus, ketika pasukan pemerinta melancarkan operasi militer terhadap etnis Muslim Rohingya, sehingga memicu masuknya pengungsi baru ke negara tetangga Bangladesh, meskipun Bangladesh telah menutup perbatasannya untuk para pengungsi.
Laporan media menyebutkan, tentara menggunakan kekerasan dalam operasi militer, dengan menyerang desa orang-orang Rohingya dengan mortir dan senapan mesin.
Konflik antara umat Buddha dan Muslim dimulai sejak kekerasan komunal meletus pada 2012.
Oktober tahun lalu, aksi kekerasan terjadi di Maungdaw. PBB mencatat adanya pelanggaran hak asasi manusia oleh pasukan keamanan, yang dapat diindikasikan sebagai kejahatan kemanusiaan, di antaranya adalah pemerkosaan massal, pembunuhan – termasuk bayi dan anak kecil – pemukulan brutal, dan penghilangan paksa. Menurut perwakilan Rohingya, sekitar 400 jiwa tewas dalam aksi kekerasan tersebut.