24 Juli 2017•Update: 25 Juli 2017
Pizaro Gozali Idrus
JAKARTA
Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin mendesak Dewan Keamanan Perserıkatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan Organisasi Kerjasama Islam (OKI) segera bersidang membahas krisis di Masjid al-Aqsa.
“Dewan Keamanan PBB dan OKI harus secepatnya bersidang untuk segera menghentikan tindakan Israel di masjid al-Aqsa,” tegas menteri agama di Jakarta, Senin.
Situasi di kompleks Masjid al-Aqsa memburuk dalam beberapa hari terakhir. Tindak kekerasan tentara Israel tidak hanya mengakibatkan 3 korban meninggal dan lebih dari seratus korban luka-luka, namun telah meningkatkan ketegangan dan sangat membatasi kegiatan beribadah di Masjid al-Aqsa.
Menurut menteri agama, semua pihak harus mampu menahan diri. Kesucian rumah ibadah, termasuk masjid al-Aqsha, harus dijaga dari segala bentuk kekerasan. “Siapapun yang berada di dalam rumah ibadah, harus terjaga keselamatannya,” kata dia.
“Siapapun harus terjamin haknya untuk beribadah di rumah ibadah. Tak boleh ada larangan terkait hal itu,” sambungnya.
Menteri Luar Negeri Retno Marsudi juga menunjukkan keprihatınan yang sama. Melalui sambungan telepon dengan Menteri Luar Negeri Amerika Serıkat (AS) Rex Tillerson, Sabtu lalu, Retno menyampaikan bahwa Indonesia meminta AS mendesak Israel menghentikan pembatasan beribadah dan tindakan kekerasan di Masjid al-Aqsa.
Retno mengaku sangat khawatir dengan semakin memburuknya situasi di kompleks rumah ibadah umat İslam tersebut, seraya mengutuk meninggalnya 3 pemuda Palestina baru-baru ini akıbat insiden tersebut. Dia meminta agar AS segera mengambil langkah terhadap İsrael agar eskalasi kekerasan dan ketegangan dapat dihentikan.
"Penurunan eskalasi penting sekali dilakukan untuk mencegah situasi semakin memburuk," lanjut Retno.
Dalam pembicaraan telepon tersebut, menteri luar negeri AS juga menyampaikan kekhawatiran yang sama terhadap situasi di Kompleks Masjid al-Aqsa. Tillerson menyampaikan pihaknya telah berbicara dengan Yordania, Palestina, dan Israel.
Menteri luar negeri AS sepakat dengan Indonesia ntuk mencegah meningkatnya eskalasi di kompleks Masjid al-Aqsa. Dia juga menegaskan agar status kompleks Masjid al-Aqsa juga penting untuk tetap dipelihara.
Retno juga telah melakukan komunikasi intensif dengan Menteri Luar Negeri Yordania, Palestina, Turki, dan juga dengan sekretaris jenderal OKI agar situasi di kompleks al-Aqsa tidak memburuk dan kegiatan beribadah dapat segera pulih.