02 September 2017•Update: 02 September 2017
Ilkay Guder
ANKARA
Masyarakat internasional bertanggung jawab untuk merumuskan solusi jangka panjang terkait krisis Rohingya di negara bagian Rakhine, Myanmar barat, kata juru bicara kepresidenan Turki, Ibrahim Kalin, Jumat.
"Turki akan terus mempertahankan sikap konstruktifnya dan bertekad untuk sebuah solusi," kata Kalin dalam kicauan di Twitter.
Dia menyebut "diamnya dunia" terhadap pembantaian muslim Rohingya adalah sebuah "potret memalukan".
Turki terus melanjutkan "usaha dan inisiatif intensifnya di tiap tingkatan untuk mengakhiri tragedi kemanusiaan" di Rakhine, ujar ajudan presiden ini.
Dia mencatat, badan bantuan kemanusiaan Turki, termasuk Otoritas Bulan Sabit Merah Turki, Disaster and Emergency Management Authority (AFAD), dan Badan Kerjasama dan Koordinasi Turki (TIKA), terlibat dalam upaya ini.
Pihak berwenang Turki berkomunikasi dengan otoritas Myanmar dan Bangladesh - di mana ribuan orang Rohingya telah melarikan diri - untuk memasok bantuan kemanusiaan kepada orang-orang Rohingya, tekan Kalin.
Negara bagian Rakhine telah mengalami ketegangan antara populasi Budhis dan Muslim sejak kekerasan komunal terjadi pada tahun 2012.
Oktober tahun lalu, aksi kekerasan terjadi di Maungdaw. PBB mencatat adanya pelanggaran hak asasi manusia oleh pasukan keamanan, yang dapat diindikasikan sebagai kejahatan kemanusiaan, di antaranya adalah pemerkosaan massal, pembunuhan – termasuk bayi dan anak kecil – pemukulan brutal, dan penghilangan paksa. Menurut perwakilan Rohingya, sekitar 400 jiwa tewas dalam aksi kekerasan tersebut.