Chandni
14 Maret 2018•Update: 15 Maret 2018
Safvan Allahverdi
WASHINGTON
Tiga pria ditahan pada Selasa dengan tuduhan terlibat insiden ledakan masjid di AS tahun lalu.
Melalui sebuah pernyataan, kantor kejaksaan AS di Springfield mengatakan ketiga pria itu - bernama Michael B. Hari, 47 tahun, Joe Morris, 22 tahun, dan Michael McWhorter, 29 tahun - juga menghadapi tuntutan kepemilikan senjata termasuk senapan mesin, dan upaya meledakkan sebuah klinik aborsi di Illinois pada November.
Pria keempat, Ellis Mack, berusia 18 tahun, ditahan atas kepemilikan senjata namun tidak ditetapkan sebagai tersangka pengeboman atau upaya pengeboman.
Agustus lalu, Pusat Islami Dar al-Farooq di Bloomington, Minnesota dibom ketika umat Muslim di sana sedang melakukan ibadah.
Polisi di Bloomington mengatakan bom itu hanya merusak kantor imam dan jamaah berhasil memadamkan api sebelum tim pemadam kebakaran tiba di lokasi.
"Seorang saksi mata melihat benda yang dilempar masuk kantor imam melalui jendela. Benda itu dilempar dari sebuah mobil van atau truk tepat sebelum ledakan terjadi," kata Asad Zaman, direktur Perkumpulan Muslim Amerika Minnesota.
Direktur masjid itu, Mohamed Omar, mengatakan kendaraan itu kemudian melaju pergi.
Masjid yang biasanya digunakan warga AS keturunan Somalia itu juga sering menerima telepon dan e-mail dengan nada mengancam, sama dengan pengalaman masjid-masjid lain, kata Omar kepada koran Star Tribune.
Dewan Hubungan Amerika Islam (CAIR) menawarkan imbalan USD10.000 bagi siapapun yang memiliki informasi mengenai pelaku penyerangan masjid.
CAIR juga mengimbau agar masjid dan pusat kebudayaan Islami di AS meningkatkan keamanan mereka.