Maria Elisa Hospita
14 Maret 2018•Update: 15 Maret 2018
Safvan Allahverdi
WASHINGTON
Menteri Keluarga dan Kebijakan Sosial Turki Fatma Betul Sayan Kaya pada Selasa menekankan pentingnya pemberdayaan perempuan dan pembangunan ekonomi saat dia berpidato di konferensi PBB di New York.
"Kita tidak mungkin mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan tanpa kontribusi perempuan. Oleh karena itu, sangat penting bagi perempuan untuk memiliki status di hampir semua bidang kehidupan," tegas Sayan Kaya.
Menurut dia, selama 15 tahun terakhir, di bawah kepemimpinan Presiden Recep Tayyip Erdogan, Turki telah menjalankan "revolusi sunyi" untuk mendukung hak-hak dan pemberdayaan perempuan.
"Dalam proses itu, kami telah memberlakukan kebijakan utama kami berdasarkan pencegahan terhadap segala jenis diskriminasi atas perempuan dan telah secara efektif memerangi kekerasan terhadap perempuan, serta memastikan pemberdayaan perempuan," jelas Menteri Turki tersebut.
Upaya tersebut telah membuahkan hasil dengan semakin banyaknya partisipasi perempuan di seluruh penjuru Turki.
Hal ini terlihat dari melonjaknya pendaftaran sekolah dalam 15 tahun terakhir, angkatan kerja yang meningkat sebesar 45 persen, dan perekrutan perempuan yang meningkat 75 persen dalam 12 tahun.
Dukungan bagi perempuan yang telah menikah juga tampak dari fleksibilitas kerja, termasuk pemberian waktu cuti untuk ibu menyusui.
"Transformasi besar dalam bidang kesehatan Turki juga tercermin lewat layanan kesehatan wanita, di mana akses untuk perawatan prenatal meningkat hingga 99 persen, sementara 98 persen persalinan ditangani langsung oleh petugas kesehatan," ujar Sayan Kaya.
Turki saat ini menampung lebih dari 3,5 juta pengungsi Suriah, yang disebutnya sebagai "saudara-saudari Suriah", dan 71 persen di antaranya adalah perempuan dan anak-anak.
"Turki telah menyediakan kebutuhan dasar bagi mereka seperti pendidikan, kesehatan, makanan dan tempat berlindung. Turki menggunakan semua sarana untuk meringankan penderitaan perempuan dan anak-anak karena perang, terorisme dan migrasi. Kami bertekad untuk terus melakukannya," kata dia lagi.