03 Agustus 2017•Update: 07 Agustus 2017
Aktivis berdarah Suriah-Palestina Basil Khartabil dieksekusi rezim Bashar al-Assad pada Oktober 2015, tegas istri Khartabil, Noura Ghazi al-Safadi.
Menulis di halaman Facebook-nya Selasa malam, al-Safadi mengatakan suaminya dibunuh dua tahun lalu setelah ditahan rezim Suriah pada 2012, satu tahun setelah perang Suriah.
Tanpa menjelaskan sumber informasinya, al-Safadi menerangkan, Khartabil mengalami penyiksaan selama penahanan.
Setelah mendengar kabar kematian Khartabil, beberapa aktivis Suriah memberikan penghormatan dan menyebutnya sebagai "ikon oposisi damai di Suriah".
Pada 15 Maret 2012, pihak berwenang Suriah dilaporkan menahan Khartabil di distrik Mazza, Damaskus, setelah menggeledah rumah dan merampas peralatan komputernya.
Pada tahun yang sama, majalah Foreign Policy menempatkan Khartabil di urutan ke-19 daftar pemikir terpenting di dunia karena seruannya melakukan pendekatan damai untuk menggulingkan Assad.
Menurut lembaga Syrian Network for Human Right yang berbasis di Inggris, lebih dari 65.000 orang telah dihilangkan secara paksa di Suriah sejak konflik dimulai pada 2011.
* Dilaporkan oleh Hisyam Shaabani; Ditulis oleh Ali Abo Rezeg