Chandni
28 Desember 2017•Update: 29 Desember 2017
Safvan Allahverdi
WASHINGTON
Walikota London Sadiq Khan mengatakan kotanya menganut prinsip "toleransi, penerimaan dan keragaman", namun tetap "menolak" kehadiran Presiden Donald Trump.
Pernyataan tertulis Khan itu dirilis menyusul setelah dewan kota bertanya bagaimana kota itu akan bersiap-siap bila nanti menerima kunjungan resmi Trump.
"Sebagai Walikota, saya akan selalu bertindak untuk melindungi kepentingan dan keamanan warga London. Sebelumnya saya juga menegur Theresa May agar membatalkan undangan kunjungan bagi Presiden Trump," jelas Khan.
"Khususnya setelah insiden terbaru, di mana Presiden Trump menggunakan Twitter untuk mendukung sebuah kelompok ekstremis yang bertujuan menimbulkan perbedaan dan kebencian di negara kita. Setelah itu jelas kunjungan resmi dari dia tidak akan disambut baik," jelasnya.
Walaupun pernah berdebat secara virtual dengan Perdana Menteri Theresa May, Trump diperkirakan akan mengunjungi Inggris dan berdialog dengan May pada Februari nanti.
Bulan lalu, Trump membagikan tiga video anti-Muslim yang didapatkannya dari akun Twitter anggota kelompok Britain First. Tindakannya itu memantik amarah di Inggris, dengan beberapa politisi senior menentang keras kunjungannya.
May mengatakan aksi Trump itu "salah", dan Trump kemudian menyuruhnya "fokus kepada terorisme radikal Islam" di Inggris.
May sejauh ini tidak mau membatalkan undangan itu walau menerima kecaman keras dari berbagai pihak.
Walikota London mengatakan penduduk Inggris, termasuk dirinya, mencintai AS dan warga Amerika namun pernyataan Trump sering bertentangan dengan sikap Inggris mengenai rasisme dan kebencian.
"London adalah pusat toleransi, penerimaan, dan keragaman. Dan Trump berulang kali menunjukkan sikapnya sangat bertentangan dengan prinsip yang dianut London," terang Khan.
Trump dikabarkan juga akan menghadiri peresmian kedutaan Inggris baru di Battersea, namun belum ditetapkan tanggal untuk acara tersebut.