Muhammad Nazarudin Latief
21 Oktober 2020•Update: 22 Oktober 2020
JAKARTA
Pemerintah meminta PLN terus melakukan transformasi bisnis yang diharapkan bisa menciptakan Biaya Pokok Penyediaan (BPP) listrik lebih efisien sehingga bisa lebih terjangkau oleh masyarakat, handal dan berkualitas.
“PLN perlu berupaya agar BPP tenaga listrik menjadi yang efisien, sehingga kita dapat menyediakan tenaga listrik yang berkualitas, handal, ramah lingkungan dan terjangkau bagi seluruh lapisan masyarakat Indonesia." kata Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif dalam siaran pers, Rabu.
Menurut Menteri Arifin PLN bisa melakukan pengaturan manajemen rantai pasok dari energi primer serta menjaga sinergitas antar-stakeholder.
Menurut dia Pengelolaan System Average Interruption Duration Index (SAIDI) dan System Average Interruption Frequency Index (SAIFI) sangat penting untuk diimplementasikan PLN bila ingin mewujudkan hal tersebut.
Dia menyarankan agar PLN meningkatkan konsep pelayanan yang lebih memprioritaskan pelanggan, karena kepuasan dan kedekatan dengan mereka akan menjadi titik penting bagi keberlangsungan usaha.
"Salah satu konsep yang harus dilakukan manajemen PLN adalah tidak kaku, menerapkan prinsip human oriented," ujar dia.
Pemerintah menurut dia selalu mendukung transformasi bisnis, terutama untuk mengefisienkan BPP.
Langkah yang sudah diimplementasikan antara lain kebijakan energi primer pembangkit batubara dan gas, pengaturan harga pembelian tenaga listrik dari IPP berdasarkan BPP, optimalisasi energi mix pembangkitan dengan mengurangi pembangkit BBM.
Selain itu pengendalian biaya pembentuk BPP baik biaya tetap dan biaya bahan bakar, pengaturan spesifik konsumsi bahan bakar pembangkit oleh pemerintah serta sisi penyaluran melalui pengaturan susut jaringan.