Muhamamd Latief
30 Oktober 2017•Update: 31 Oktober 2017
Muhammad Latief
JAKARTA
PT Perusahaan Listrik Negara (PT.PLN Persero) dan PT Dinamika Sejahtera Mandiri (DSM) menandatangani nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) penyaluran tenaga listrik untuk smelter alumina milik perusahaan tersebut di Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat, Senin.
“Selain untuk smelter juga kawasan real estate PT Kurnia Jaya Raya [KJR],” ujar General Manager PLN Wilayah Kalimantan Barat Richard Safkaur di Jakarta.
Pembangunan smelter alumina DSM akan dimulai tahun depan dan diperkirakan akan selesai pada 2020. Bila pembangunan kelar, PLN Wilayah Kalimantan Barat akan mencukupi kebutuhan listrik sebesar 150 MVA (Mega Volt Ampere).
Di Kalimantan Barat, industri pengolahan hasil tambang memang menjadi salah satu sektor yang diminati oleh investor.
Sebelumnya pada 2016, PLN juga menandatangani MoU penyaluran tenaga listrik untuk pabrik Smelter Grade Alumunia Refinery (SGAR) dengan kapasitas 2 juta ton per tahun dengan kapasitas daya 100 MW.
Kerja sama ini, menurut Richard, dilakukan setelah pembangkit di Kalbar berhasil Commercial Operation Date (COD), dan diharapkan akan diikuti peningkatan penjualan, terutama untuk pelanggan industri dan bisnis.
Real estate yang bekerja sama dengan PT KJR ini lokasinya di Kabupaten Kubu Raya. Pada kawasan tersebut juga akan dibangun mal, apartemen, serta perumahan yang dimulai tahun depan dan direncanakan selesai 2023.
Di sana, “PLN akan menyuplai energi dengan daya 20 WVA,” ujar Richard.
Setelah penandatanganan ini, menurut Richard, PLN akan mulai pembangunan infrastruktur penunjang.
Di Kalimantan Barat, PLN mengaku mengalami surplus energi dengan reserve hingga lebih dari 30 persen. Ini karena, sebelumnya PLN sudah menambah pasokan listrik dari Malaysia (SESCO) hingga 200 MW.
Beberapa pembangkit baru juga akan memperkuat kondisi Sistem Khatulistiwa seperti PLTU Sintang 2x7 MW, PLTG MPP Kalbar 100 MW, PLTU 3 Kalbar 3 2x50 MW, dan PLTU Kalbar 1 2x50 MW.
Menurut Richard, ketersediaan energi listrik mampu menjadi pendorong kegiatan ekonomi sehingga menarik para investor. PLN kini percaya diri bisa melayani kebutuhan investor di Kalimantan Barat.
“Jadi pengusaha tidak perlu membangun pembangkit lagi," ujar Richard.